BREAKINGNEWS.CO.ID - Tim Youth Handball Putri Indonesia berhasil meraih medali perak IHF 2019 pada ajang Women Internasional Handball Federation (IHF) Trophy Zona Asia 1-B di GOR POPKI Cibubur, Jakarta, pada Minggu (5/5/2019).

Ketua Umum Pengurus Besar Asosiasi Bola Tangan Indonesia (PB ABTI), Dody Usodo Hargo, merasa bangga dengan prestasi atlet handball putri Youth dan Junior yang mengalami peningkatan. Dengan meraih medali perak dan permainannya terus mengalami kemajuan patut diberikan acungan jempol.

"Berlatih selama dua pekan dalam persiapan menuju kejuaraan, atlet Youth di pertandingan final mengalami peningkatan lawan Thailand. Pertemuan pertama dibabak penentuan timnas youth ketinggalan dengan skor 7 - 36. Setelah berlaga di final kedudukannya meningkat menjadi 12 - 32," tegas Dody yang didapampingi Sekjen PB ABTI Gadang Pambudi di GOR POPKI Cibubur, Jakarta, Minggu (5/5).

Dengan memperbaiki skor menjadi di atas angka 10 dalam pertandingan final dapat dikatakan mampu memperbaiki prestasi semula. Semua itu tidak lain atas kerja keras Amelia Oktaviani dan kawan-kawan yang memberikan perlawanan pada tim youth Thailand yang sudah melakukan latihan lebih lama di sekolah olahraga di negaranya.

Pada babak pertama Amelia dan kawan-kawan sudah ketinggalan dengan skor 6-18. Saat memasuki babak kedua, mereka mencoba bangkit melalui kerjasama apik antara Cherly, Oryza dan Nella. Akan tetapi, karena skuat Thailand sudah lebih matang, pada akhirnya mereka menang dengan skor 31 lawan 12 dan Thailand berhak meraih medali emas. Sedang Indonesia meraih medali perak.

Medali yang sama juga diraih tim handball putri junior setelah di final kalah atas tim Thailand dengan skor 12 - 46. Dalam pertandingan yang cukup menegangkan tim junior yang diperkuat tiga pemain mantan tim Asian Games 18 sulit menandingi Thailand sejak babak pertama. Bahkan dalam pertandingan pertama ketinggalan 7-23.

Memasuki babak kedua Inge Indah Wijayanti, Marselina dan penjaga gawang timnas junior putri Anisa Yulianti bangkit. Namun karena permainan Thailand solid dengan stamina yang mumpuni timnas harus mengakui ketangguhan lawan dengan angka 12 - 46 dan Thailand berhak meraih medali emas.

Menurut penjaga gawang nasional Anisa Yulianti sulit menandingi permainan Thailand yang sering melakukan serangan balik. Dengan stamina cukup prima sulit terkejar pemain nasional dan langsung menyodok didepan gawang untuk menghasilkan angka.

"Kami sulit mengejar mereka dalam segi prestasi maupun stamina bertanding. Dengan waktu Pelatnas dua Minggu tidak mudah menghasilkan kekompakan dan stamina.yang diharapkan," jelas Anis yang sudah berpengalaman di Asian Games 2018 lalu.

Dia berharap pada pemerintah khususnya membantu dari segi dana guna memperoleh Pelatnas yang cukup panjang saat akan tampil dalam pertandingan. Minimal tiga hingga empat bulan menjalani Pelatnas, tidak menutup kemungkinan stamina maupun teknik dan strategi permainan akan diperoleh, dibanding hanya melakukan Pelatnas dua pekan.