BREAKINGNEWS.CO.ID - Tim Sambo Indonesia yang sudah menjalani pelatnas sejak Juli 2019 di Padepokan Judo Ciloto, Kabupaten Bogor, saat ini membutuhkan mitra tanding (sparring partner) guna memaksimalkan kesiapannya berlaga di SEA Games 2019, Manila, Filipina pada Desember 2019 mendatang.

Oleh karena itu tim Sambo membutuhkan mitra tanding yang lebih kuat untuk dapat mengukur kemajuan yang dicapai setelah menjalani pelatnas. Sejalan dengan misi tersebut Pengurus Pusat Persatuan Sambo Indonesia (PP Persambi) yang dipimpin Ketua Umum Krisna Bayu berencana mengikutsertakan sembilan atlet binannya yang sedang digembleng di pelatnas ke kejuaraan sambo internasional di Korea Selatan, 1 sampai 11 September 2019 dan di India, 11 hingga 16 September 2019 mendatang.

Rencana mengadakan try out ke Korea Selatan dan India tersebut disampaikan Ali, Manajer Tim Sambo Indonesia ke SEA Games 2019 yang didampingi pelatih Dede kepada Tim Monitoring dan Evaluasi Pelatnas yang dipimpin Staf Ahli Kemenpora Samsudin yang menyambangi pelatnas sambo di Padepokan Judo di Ciloto, Kabupaten Bogor, Kamis (22/8/2019).

"Alhamdulillah pelatnas yang laksanakan mulai Juli lalu berjalan dengan baik. Secara teknik dan fisik sembilan atlet yang kami persiapkan ke SEA Games 2019 mengalami peningkatan dan kemajuan yang signifikan. Estimasi saat ini perkembangan fisik anak-anak sudah mencapai 80 persen sedangkan teknik sudah 90 persen. Untuk teknik mendekati hari H kami targetkan mencapai 95 persen," kata Ali.

"Periodesasi pelatnas sudah masuk tahap khusus. Kalau sebelumnya mereka latihan tiga sesi, pagi, siang dan sore. Sekarang cukup dua sesi yaitu pagi dan sore. Dari hasil tes pada 14 Agustus lalu, progres atlet sangat bagus. Baik teknik maupun fisik. Sekarang mereka butuh mitra tanding yang kuat. Untuk mengukur sejauh mana pencapaian mereka setelah menjalani pelatnas. Kalau di Asia Tenggara selain tuan rumah Filipina agak sulit mencari mitra tanding yang berkualitas dan kuat. Karena itu berencana mengikutsertakan para atlet ke kejuaraan sambo internasional di Korea Selatan dan India pada September mendatang," timpal Dede pelatih Tim Sambo Indonesia ke SEA Games 2019.

Dede menambahkan secara kualitas dan kelengkapan fasilitas, Padepokan Judo di Ciloto sangat baik. "Peraatan latihan lengkap. Aplikasi untuk recovery atlet juga banyak ada kolam air panas dan air dingin. Fasilitas fitness. Begitu juga dengan makanan dan minuman," paparnya.

Tim Sambo Indonesia ke SEA Games 2019 diperkuat sebanyak sembilan atlet yaitu Fajar (kelas combat sambo -67kg), Deni Arif Fadhillah (combat sambo -74kg), Senie Kristian (combat sambo -82kg), Vincent Majid (combat sambo -90kg), Rio Akbar Bahari (sports sambo -82kg) dan Ridha Wahdahniyati Ridwan (sports sambo putri -80kg) dan tiga atlet lainnya yang hanya turun di nomor beregu campuran yakni Desiana Syafitri (sport sambo -52kg), Emma Ramadinah (combat sambo -64kg) dan Erik Rustam (sport sambo -74kg).

Mereka akan bertanding di tujuh nomor/kelas yang dipertandingkan yang terdiri dari enam nomor individu dan satu nomor beregu campuran. PP Persambi menargetkan meraih satu emas dari tujuh emas yang diperebutkan di SEA Games 2019.

Sangat Penting

Terpisah, Ketua Umum PP Persami Krisna Bayu berharap pemerintah melalui Kemenpora dapat membantu pembiayaan program try out Tim Sambo Indonesia ke Korea Selatan dan India pada September mendatang. Menurut legenda judo Indonesia yang pernah berlaga di ajang olimpiade itu, program try out ke kejuaraan internasional ini sangatlah penting.

"Untuk mengukur sejauh mana progres yang dicapai atlet setelah digembleng di pelatnas. Kalau hanya di Ciloto saja susah. Tidak ada lawan tandingnya. Akhirnya jadi katak dalam tempurung," kata Krisna Bayu.

"Maka itu kami sangat berharap pemerintah melalui Kemenpora dapat membantu pembiayaan try out ke Korea Selatan dan India. Kalau untuk anggaran pelatnas sudah mau cair tetapi kalau untuk try out belum ada kejelasan. Padahal waktu keberangkatan sudah dekat yaitu tanggal 30 Agustus," tandasnya.

Tim Monitoring dan Evaluasi Pelatnas yang dipimpin Staf Ahli Kemenpora, Samsudin menyambut baik keinginan Tim Sambo Indonesia melakukan try out ke Korea Selatan dan India.

"Kedatangan kami ke sini untuk melihat secara langsung pelaksanaan pelatnas cabor khususnya sambo. Kami ingin mengetahui apa yang sudah dilakukan. Apa saja kekurangan yang masih ada. Jadi silahkan kepada atlet, pelatih dan manajer barangkali ada uneg-uneg seputar pelaksanaan pelatnas yang ingin disampaikan. Lebih baik terbuka agar bisa segera diperbaiki. Jangan sampai mengganggu persiapan atlet. Intinya kami ingin memastikan bahwa pelatnas cabor ke SEA Games 2019 berjalan dengan baik sehingga apa yang dijanjikan cabor kepada Kemenpora dapat direalisasikan," ujar Samsudin yang juga salah satu tokoh pendiri sambo Indonesia.

Turut hadir beberapa anggota Tim Monitoring dan Evaluasi Pelatnas yaitu Komite Eksekutif KOI, Bambang Rus Effendi, Pembinaan dan Wakil II Ketua Bidang Prestasi (beladiri) KONI Pusat, Syamsuddin, anggota TP4P Kejaksaan Agung, Tri Budi dan dua praktisi olahraga Wien Soehardjo dan Idham Darmawan.