SURABAYA - Hingga saat ini, Tim cyber Polda Jawa Timur telah berhasil menangkap sebanyak enam orang pelaku penyebar hoax atas isu penyerangan kyai. Adapun dari jumlah tersebut, empat orang diamankan di Polda Jatim di Surabya, sedangkan dua lainnya masing-masing ditangani Polres Malang dan Sidoarjo.

Muhammad Faisal Arifin merupakan salah satu pelaku yang berafiliasi dengan Muslim Cyber Army (MCA) mengaku aksinya merupakan wujud kecintaannya terhadap ulama. "Saya anggap ini suatu ungkapan kecintaan pada ulama kita. Saya share-share saja karena peduli dengan mereka," ujarnya, Jumat (2/3/2018).

Pria yang menjadi satpam tersebut biasa menggunakan akun Facebooknya bernama Itong dengan menggunakan email. Ia juga memiliki akun instagram dengan nama bang.Itong.55 yang bergabung sejak Agustus 2017. Ia telah resmi ditahan oleh pihak kepolisian. Ia mengaku menyesal akan perbuatannya, karena rasa cinta yang besar terhadap ulama membuatnya menyebarkan informasi yang belum tahu kebenarannya. "Kesalahan saya, ada di berita dan informasi yang saya sebarkan tidak jelas asal usulnya," ujarnya.

Sementara itu, Faisal dinyatakan bersalah karena berdasarkan ahli bahasa dari Universitas Negeri Surabya (Unesa) ada unsur kesengajaan dalam postingan yang memicu kebencian tersebut.