JAKARTA - Selesai sudah perjalanan Persija Jakarta mentas di Piala AFC. Mereka terhenti di babak semifinal Zona ASEAN setelah ditumbangkan wakil Singapura, Home United dalam dua leg. Pada pertemuan pertama, di Stadion Jalan Besar, Kallang, Selasa (8/5/2018), Persija takluk 2-3.

Setelah itu, seminggu kemudian, mereka kembali kalah 1-3 di kandang sendiri di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Selasa (15/5/2018). Di sela-sela duel itu, Macan Kemayoran sempat melakukan pertandingan di kompetisi domestik. Mereka juga kalah 0-2 ketika menjamu Madura United di SUGBK (12/5), dalam pekan ke-8 Liga 1 2018.

Ada tiga keidentikan kesalahan antara tiga pertandingan tersebut yaitu kelengahan pada menit awal. Saat melawan home pada leg pertama adalah gol bunuh diri dara Maman Abdurahamah menit 2. Pemain senior itu, salah mengantisipasi umpan silang dari Sharir Ishak dan menanduk bola ke gawang yang dikawal Daryono.

Beralih saat digasak Madura United di kandang. Hal itu terulang lagi. Kali ini aktornya adalah Gunawan Dwi Cahyo menit 9, Pelanggarannya terhadap Bayu Gatra berbuah penalti untuk Laskar Sapeh Kerrab yang sempurna dikonversikan menjadi gol oleh Fabiano Beltrame.

Puncaknya tadi malam, kesalahan itu kembali terjadi. Ketika laga baru berjalan 6 menit,kiper Persija harus memungut bola dari jalanya. Kali ini adalah pelanggaran Jaimerson di dalam kotak terlarang yang menjadi penyulutnya. Wasit menghadiahi Home United penalti. Gawang Persija pun kembali koyak.

Entah apa yang terjadi dengan pemain Persija. Padahal, pelatih Stefano Cugurra, dalam keterngannya selepas laga semalam mengungkapkan bahwa dirinya selalu menegaskan untuk berkonsentrasi sejak pertandingan dimulai. " Setiap latihan saya benar-benar bicara kepada pemain untuk konsentrasi. Tapi, inilah sepak bola, apa yang ada di luar lapangan berbeda dengan yang di dalam lapangan. Jika kamu kasih gol lawan pada menit awal. Mereka akan bermain lebih semangat," tukas Teco, begitu sapaan akrabnya.