SURABAYA - Ledakan bom yang terjadi di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo, Jawa Timur mengakibatkan tiga orang tewas. Dimana, dua orang tewas terkena ledakan dan satu orang tewas ditembak mati polisi. "Jadi sementara ini ada tiga yang meninggal dunia, Anton sendiri juga meninggal dunia," ujar Kepala Bidang Humas Polda Jatim Frans Barung Mangera, Senin (14/5/2018).

Menurutnya, pihaknya mendengar bunyi ledakan dari rusun tersebut sekitar pukul 21.20 WIB. Aparat pun langsung meluncur ke lokasi guna memeriksa suara ledakan tersebut. Saat tiba di lokasi, petugas menemukan seorang pria yang diketahui bernama Anton sedang memegang alat pemicu bom. "Petugas tak mau ambil resiko, sehingga dilumpuhkan," ungkap Frans.

Semenetara itu, istri dan anak Anton juga ikut tewas. Istri dan anaknya tewas akibat ledakan bom yang ditemukan di dalam unit rusun mereka. Sementara tiga anak Anton lainnya dalam kondisi terluka. Mereka kemudian dirawat di RS Siti Khodijah.

Seperti diberitakan sebelumnya, Usai ledakan bom di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur, aksi teror bom kembali terjadi di Sidoarjo. Adapun lokasi ledakan tersebut berada di di Rusunawa Sepanjang, Sidoarjo pada Minggu (13/5/2018) sekitar pukul 21.20 WIB. "Baru saja terjadi, ledakan di salah satu rumah di rusun di lantai atas, ledakannya tidak keras sih," ujar Puguh salah satu warga Rusunawa.

Lokasi ledakan diketahui berada di Rusunawa Wonocolo Sepanjang Sidoarjo tepatnya di Blok B lantai 5. "Saya sempat melihat ke lokasi ledakan, keluarga mereka sudah tergeletak di dalam kamar semua bersimbah darah, tidak bergerak," kata Puguh. Ia mengatakan jika ada tiga orang yang tergeletak yakni suami-istri dan seorang anaknya. "Ledakan hanya merusak rumah keluarga itu saja tidak merusak yang lain tapi warga penghuni rusun dievakuasi," ujar sambungnya.