BREAKINGNEWS.CO.ID - Tiga Atlet Nasional Panjat Tebing Indonesia, Aries Susanti Rahayu, Puji Lestari dan Aspar Jailolo, Rabu dini hari, (19/9/2018), akan berangkat menuju turnamen internasional elit panjat Tebing yang akan berlangsung 21 dan 22 September 2018 di Anshun, Guizhaou, Cina.

Ketiga atlet peraih medali di Asian Games tersebut mendapatkan undangan dari IFSC (international Federation of Sport Climbing) karena masuk dalam jajaran atlet elit panjang tebing dunia. Mereka akan turun di nomor andalan mereka yaitu Speed putra dan putri.

Ketua Umum Panjat Tebing lndonesia (FPTI), Faisol Riza berharap ketiganya sekali lagi dapat membuktikan dominasi atlet atlet Indonesia di kejuaraan internasional pada nomor speed. Hal ini disampaikan pada Konperensi Pers yang digelar di salah satu tempat makan di kawasan Jakarta Selatan.

Selain Turnamen Internasional Elit Panjat Tebing, atlet nasional Indonesia juga akan mengikuti IFSC Climbing World Cup, 29 sd 30 September, di Kranj Slovenia, Internasionai Climbing Series, Cina Open di Guangzhou Cina 16 -18 November.

Selain agenda diatas, FPTI juga akan menggelar Kejuaraan Kelompok Umur (KU) di Kabupaten lnhu Propinsi Riau pada tanggal 22 September ini. “Kejuaraan seperti inilah yang kami yakini akan melahirkan bibit atlet-atlet baru yang siap masuk ke dalam pelatnas dimasa-masa mendatang. Kejuaraan ini akan diikuti hampir seluruh propinsi di Indonesia dan melibatjan ratusan atlet muda. Terimakasih kepada berbagai pihak yang mendukung acara ini, terutama Bupati Inhu dan jajaran Pemda Inhu,” tambah Faisol Riza.

Pada kesempatan yang sama FPTI juga menyampaikan terimakasih dan penghargaan yang setinggitingginya kepada sejumlah sponsor yang telah memberikan dukungan kepada atlet atlet Panjat Tebing Indonesia pada laga Asian Games 18 Agustus hingga 2 September lalu. Selama Asian Games lalu ada 6 perusahaan yang mendukung Federasi Panjat Tebing Indonesia, yaitu Bank Syariah Mandiri, Bank BNI 46, Bank BTN, Jasa Raharja, PT Sarana Multi Infrastruktur, PT Pegadaian Persero, Noore dan Eiger.

”Kami ingin mengembalikan lagi tradisi dimana swasta ikut mendukung kemajuan olah raga di tanah air. Karena di negara maju olah raga telah menjadi industri yang menggerakan ekonomi dan menggalang partisipasi publik secara luas, dari sana akan terus lahir bibit-bibit unggul yang dapat menjamin keberlangsungan prestasi," pungkasnya