BREAKINGNEWS.CO.ID - Akibat tidak tidak punya uang untuk sewa hotel dan biaya memadu kasih, pasangan sejoli nekat melakukan pencurian HP di salah satu rumah warga Kapuk Cengkareng Jakarta Barat, Senin (18/3/2019). Dua buah HP berhasil raib di bawa lari pelaku.

Kapolsek Cengkareng Kompol Khoiri mengatakan, kedua pelaku tertangkap saat akan menjuak HP ke pedagang HP jalanan di Cengkareng.

“Keduanya berhasil di tangkap saat akan menjual hp curiannya ke seorang pedagang, diperiksa, keduanya mengaku tidak punya uang untuk suatu kebutuhan” ujar Khoiri dikonfirmasi, Senin (18/3/2018).

Dijelaskan Khoiri, kejadian berawal dari kedua pelaku, AKN (35) dan ND (36) berboncengan dengan menggunakan sepeda motor berputar-putar mencari sasaran sekitar lokasi pada Senin pagi.

Saat melintas tempat kejadian pelaku berhenti dan melihat rumah yang tidak terkunci dan didalam posisi di ruang tamu sepi dan tergeletak handphone.

“Kemudian pelaku ND masuk dan mengambil handphone tersebut sedangkan pelaku AKN menunggu diatas sepeda motor sambil mengawasi keadaan sekitar. Setelah berhasil kedua pelaku langsung melarikan diri.” ujarnya.

Saat pencurian itu, kedua pelaku sempat kepergok pemilik rumah, namun keduanya berhasil kabir dengan sepeda motor sesaat sebelum korban sadar akan kehadiran pelaku, atas kejadian tersebut, korban melaporkan ke Mapolsek Cengkareng.

Setelah mendapat Laporan dari Korban, team Opsnal dipimpin kanit Reskrim melakukan lidik dan penyisiran di lapak lapak jual beli HP Spanyol di pasar Cengkareng.

“Dengan berbekal keterangan dari saksi dan jenis HP serta No ponsel korban, akhirnya kami berhasil mengamankan kedua pada saat pelaku berniat akan menjual HP hasil kejahatan tersebut “ ujarnya.

Dari tangan keduanya, polisi amankan barang bukti uang Rp.400.000 hasil penjualan hp korban, dan satu hp milik korban lain yang belum sempat di jual pelaku.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, dua sejoli tersebut di tahan dalam ruangan yang berbeda di Mapolsek Cengkareng dan dikenakan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.