JAKARTA - Terkait dengan pemberian THR dan Gaji ke-13 oleh pemerintah kepada PNS, prajurit TNI dan anggota Polri serta pensiunan diharapkan mampu memberikan angin segar di sektor ritel. Selain itu, pemberian kedua hal yang menyangku soal keuangan tersebut juga diharapkan dapat menumbuhkan kembali daya beli yang saat ini dianggap masih lambat. "Jadi kalau kami rasa apa yang dikeluarkan akan sangat berefek kepada ritel secara keseluruhan. Termasuk tadi dibicarakan tentang bantuan sosial yang lain itu benar-benar belanja. Belanja bukan untuk foya-foya tapi memang ada kebutuhan," ujar Managing Director Sogo Indonesia Handaka Santosa, Rabu (23/5/2018).

Ia menjelaskan, pada tahun 2017 lalu ritel cukup lambat bahkan tidak tumbuh sama sekali. Namun pada tahun 2018 ini sudah menunjukkan perbaikan dengan adanya dorongan yang diberikan oleh pemerintah baik melalui pencairan THR, gaji ke-13 maupun pemberian bantuan sosial kepada masyarakat. "Kalau dilihat jumlahnya menjadi double digit juga enggak. Tapi itu sebagai perangsang untuk meningkatkan penjualan yang penting. Karena dengan adanya itu euforia orang juga hidup. Produksi akan naik, order barang mentah akan naik semuanya akan naik dan orang jajan lebih berani, penjualan lebih banyak," jelasnya.

Sementara itu, Executive Director Nielsen Company lndonesia Yongky Susilo memprediksi jika pertumbuhan penjualan sektor ritel kuartal II-2018 mencapai 20 persen. Hal ini meningkat cukup signifikan jika dibandingkan dengan penjualan ritel tahun lalu. "Tahun sebelumnya 16 persen, tahun 2016 21 sampai 22 persen. Tahun ini gimana? Karena tahun lalu base-nya kecil, saya yakin tahun ini bisa double digit. Paling tidak sama seperti tahun-tahun sebelumnya, 15 persen sampai 20 persen. Hari ini diumumkan THR Rp 36 triliun diturunkan oleh pemerintah, ini pasti mendorong," tandasnya.