BREAKINGNEWS.CO.ID -  Pengumuman bank sentral AS atau the Fed yang memutuskan pemotongan suku bunga berdampak langsung pada pergerakan indeks di Bursa Saham Indonesia. (BEI). Pada awal perdagangan Kamis (1/8/2019) pagi, Indeks Harga Saham Gabungan dibuka melemah   melemah 5,24 poin atau 0,08 persen ke posisi 6.385,26. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 1,48 poin atau 0,14 persen menjadi 1.020,95.

Menurut  Kepala Riset Valbury Sekuritas, Alfiansyah,   penurunan suku bunga The Fed tersebut terjadi di tengah pasar saham AS yang mengalami tekanan cukup dalam pada Rabu (31/7) lalu.

"Sentimen dari pasar saham AS yang anjlok tajam ini bisa berdampak bagi pasar Asia dan juga saham di Bursa Efek Indonesia dengan indeks acuan IHSG akan rawan terkoreksi pada perdagangan saham hari ini," ujar Alfiansyah di Jakarta, Kamis (1/8/2019).

The Fed akhirnya menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin ke kisaran 2-2,25 persen atau untuk pertama kalinya sejak krisis keuangan global 2008, saat peningkatan kekhawatiran atas ketegangan perdagangan, ekonomi global yang melambat dan tekanan inflasi.

Dari faktor eksternal lainnya, Presiden AS Donald Trump memperingatkan China agar tidak menunggu periode pertama kepemimpinannya berakhir untuk mencapai kesepakatan perdagangan. Karena apabila dirinya terpilih kembali dalam pemilihan Presiden AS pada November 2020, hasilnya akan lebih buruk bagi China.

 

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei menguat 25,15 poin (0,12 persen) ke 21.546,69, indeks Hang Seng melemah 104,25 poin atau 0,38 persen ke 28.673,5, dan indeks Straits Times menguat 5,76 poin (0,17 persen) ke posisi 3.306,51.