BREAKINGNEWS.CO.ID - Militer Israel menuturkan bahwa seorang perwira yang tewas dalam bentrokan dengan Hamas yang terjadi di Jalur Gaza pada November tahun lalu akibat tertembak secara tidak sengaja oleh pasuka Israel sendiri.

Melalui pernyataan, militer Israel mengungkap sebagian kesimpulan penyelidikan atas kematian seorang letnan kolonel berinisial M tersebut. Seorang juru bicara militer mengklarifikasi kepada AFP bahwa sang perwira tewas akibat "kesalahan tembakan fatal" oleh rekannya sendiri yang berinisial A.

"Letnan Kolonel A menembaki sekelompok teroris Hamas yang ada di sana. Selama baku tembak, Letnan Kolonel M juga terbunuh," bunyi pernyataan militer Israel pada Minggu (7/7/2019). Laporan itu menyampaikan bahwa sang perwira tewas ketika terlibat operasi intelijen di dekat Khan Yunis, selatan Gaza.

Dalam operasi itu, Letnan Kolonel M dan sejumlah personel lainnya menyamar sebagai warga sipil. Operasi pasukan khusus pada 11 November 2018 itu berubah menjadi bencana ketika para pasukan yang menyamar, termasuk Letnan Kolonel M, terlihat oleh pasukan Hamas di wilayah itu. Baku tembak pun tak terelakkan antara militer Israel dan kelompok militan hingga menewaskan Letnan Kolonel M dan tujuh anggota Hamas, termasuk seorang komandan militer Hamas setempat.

Pernyataan militer Israel tidak menjelaskan tujuan dari operasi pasukan khusus tersebut. Akan tetapi, operasi itu disebut dibatalkan tak lama setelah bentrokan terjadi. "Analisis para penyelidik tentang kronologi insiden itu berlangsung menunjukkan sejumlah kesalahan eksekusi yang dilakukan oleh pasukan misi tersebut, baik sebelum dan selama operasi berlangsung. Dan itu akhirnya mengarah pada insiden tersebut," bunyi pernyataan militer Israel.

Merespons laporan militer, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan akan "mempelajari" dan "memberikan rekomendasi" dari kesimpulan penyelidikan tersebut. Insiden itu memicu serangan balasan dari Hamas dan kelompok militan lainnya di Gaza. Mereka meluncurkan sekitar 460 roket dan mortir ke wilayah Israel.

Hamas juga meluncurkan sebuah rudal anti-tank yang menerjang sebuah bus yang diklaim kelompok itu berisikan personel-personel Israel. Total ada 27 warga Israel yang terluka akibat serangan rudal itu, tiga di antaranya terluka parah.

Israel kemudian membalas serangkaian serangan udara Hamas itu hingga menewaskan tujuh warga Palestina hanya dalam waktu 24 jam. Gencatan senjata akhirnya disepakati oleh kedua belah pihak yang bertikai. Kesepakatan itu diperantarai oleh Mesir.