BREAKINGNEWS.CO.ID -  Pemerintah menampik keinginan Amerika Serikat yang berniat memberi bantuan terkait masalah perairan Natuna, menyusul pelanggaran Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) oleh kapal-kapal China.

Penolakan itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD setelah Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Joseph R Donovan Jr menyampaikan keinginan tersebut beberapa waktu lalu.

"Dia bertanya soal Laut China Selatan, apa yang bisa dikerjasamakan. Saya bilang tidak perlu kerja sama dengan AS," tutur Menkopolhukam dalam  di Jakarta, Minggu (26/1/2020)

Apabila Indonesia menerima tawaran kerja sama AS di perairan Natuna, tutur dia, berarti Indonesia akan turut berperang dengan China dan terjebak dalam perang proxy antara AS dan China.

Apalagi, menurut dia, posisi Indonesia terkait perairan Natuna sudah jelas dan tidak dapat diganggu gugat, berbeda dengan Malaysia, Filipina, Brunei Darussalam, dan Vietnam yang berperkara secara multilateral melawan China. "Indonesia tidak pernah berperkara karena kita tidak pernah menganggap China punya hak atas daerah perairan kita yang saat ini jadi masalah. Kalau datang usir saja. Kita tidak perang," ucap Mahfud seperti dikutip dari laman Antaranews.com.

Saat menerima kunjungan Duta Besar China untuk Indonesia Xiao Qian, Mahfud mengatakan Indonesia tidak bernegosiasi atau tawar menawar mengenai perairan Natuna yang diatur hukum internasional.  "Kemarin nih Dubes China datang ke tempat saya, saya tegas katakan, China pokoknya kami enggak akan ada negosiasi. Pokoknya kami tidak mau berunding," tuturnya.

 Menurutnya, Indonesia memiliki kesamaan dengan Malaysia dalam konflik Laut China Selatan. Perbedaan Indonesia dengan Malaysia dalam persoalan tersebut hanya di tataran mekanisme menghadapi China. "Kita tidak pernah menganggap China itu punya hak atas daerah perairan kita yang sekarang jadi masalah, sebab kita enggak berperkara. Datang usir saja," ucapnya.