BREAKINGNEWS.CO.ID – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, kembali diperiksa oleh kepolisian terkait dengan serangkaian kasus dugaan korupsi yang selama ini sudah mengancam kepemimpinanya.

Sejumlah tayangan stasiun televisi Israel menunjukkan petugas polisi tiba di kantor Netanyahu sekitar Jumat (5/10/2018) siang. Dikutip AFP, Sabtu (6/10), kepolisian dan kantor perdana menteri tidak mengonfirmasi kabar Netanyahu tengah diperiksa sampai interogasi tersebut selesai.

Netanyahu selama ini dituduh ikut serta dalam kasus dugaan korupsi perusahaan telekomunikasi besar Israel, Bezeq, dan perusahaan saham terbesar di negara itu, Shaul Elovitch. PM Israel ke-12 itu dituding memberikan kebijakan yang menguntungkan bagi anak perusahaan Elovitch, portal berita Walla, dengan imbalan pemberitaan baik yang bisa mengangkat citranya.

Netanyahu juga diperiksa terkait dugaan keterlibatan pembelian kapal selam Jerman yang kontroversial. Pemeriksaan Netanyahu ini menjadi yang kesembilan kalinya sejak 2017 lalu. Dia terakhir kali diperiksa polisi sekitar Maret 2018 lalu. Walaupun demikian, hingga saat ini kepolisian belum juga mendakwa orang nomor satu di Israel itu.

Tudingan korupsi pertama kali mencuat pada awal 2017 lalu. Dalam salah satu kasus, Netanyahu dan keluarga diduga menerima cerutu, perhiasan, serta sampanye seharga 1 juta shekel atau sekitar 4 miliar rupiah. Tim penyelidik juga menuduh Netanyahu membuat kesepakatan dengan surat kabar ternama Yediot Aharonot agar media itu hanya memberitakan hal-hal positif tentang PM Israel tersebut.

Pemeriksaan Netanyahu pada Jumat (5/10) berlangsung dua hari sebelum sang istri, Sara, menghadapi persidangan atas tuduhan penyalahgunaan dana negara senilai 100 ribu dolar AS atau sekitar 1,5 miliar rupiah. Uang negara itu diduga dipakai Sara untuk membayar katering di rumah dinas mereka. Sara memberikan kesaksian palsu dengan mengklaim kalau kala itu tidak ada koki yang bertugas di kediamannya untuk menyediakan makanan.

Sebelumnya, untuk pertama kali, kepolisian Israel melakukan pemeriksaan terhadap Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan istrinya, Sara dalam kasus korupsi, Jumat (2/3). Kasus tersebut melibatkan perusahaan telekomunikasi terbesar negara itu.

Kepolisian Israel membenarkan unit antikorupsi telah memeriksa Netanyahu dan Sara, masing-masing selama beberapa jam. Namun, kepolisian tidak mengatakan apakah pemeriksaan itu berkaitan dengan kasus perusahaan telekomunikasi Bezeq Israel Telecom.

Perkara tersebut merupakan salah satu dari setidaknya empat penyelidikan yang membayangi perdana menteri empat-periode itu atau rekanan-rekanannya, seperti yang diumumkan bulan lalu. Pada Februari, kepolisian merekomendasikan Netanyahu (68 tahun) didakwa menerima suap dalam dua penyelidikan kasus korupsi lainnya.