BREAKINGNEWS.CO.ID – Juru bicara kepolisian nasional Filipina, Benigno Durana mengatakan, jumlah korban jiwa akibat terjangan topan mangkhut terus bertambah. Hingga Minggu (16/9/2018) sore pukul 16:58 waktu setempat, total keseluruhan korban jiwa berjumlah empat puluh sembilan orang.

Mengutip AFP, badai Mangkhut paling banyak menelan korban tanah longsor. Korban jiwa meningkat drastis dari jumlah yang dilaporkan sebelumnya yaitu 30 orang pada Minggu (16/9) pagi. Otoritas Filipina telah mengevakuasi ribuan warga menyusul hantaman Mangkhut yang membawa angin kencang serta hujan deras yang menghantam berbagai wilayah Filipina.

Mangkhut disebut sebagai badai terkuat tahun 2018 ini dengan angin berkecepatan diprediksi di atas 300 kilometer per jam. Lebih dari 9.000 orang telah dipindahkan ke tempat penampungan sementara karena badai yang diberi nama Ompong, mendekati wilayah produksi pertanian padi dan jagung.

Hembusan angin kencang menimbulkan gelombang tinggi hingga 6 meter dan menghantam desa-desa. "Para warga harus mengikuti saran pemerintah dan berlindung di dalam ruangan," kata Penasihat Hukum Presiden serta Koordinator Penanggulangan Bencana, Francis Tolentino. Badai semakin kencang di sejumlah wilayah, kecepatan angin bahkan meningkat hingga 450 kilometer per jam dan melanda bagian Timur negara pada siang hari.

Beberapa rekaman video telah diunggah di media sosial oleh penduduk Cagayan yang menunjukkan pohon-pohon yang dihembus oleh angin kencang disertai hujan lebat. Ibukota Manila, dan puluhan provinsi di bagian Utara serta Tengah negara tersebut sudah mengeluarkan peringatan badai dengan tingkat ancaman tinggi. Akibat badai Mangkhut, sekolah serta lebih dari 600 kantor pemerintahan sudah ditutup sementara.

Layanan kereta di Provinsi Guangdong serta Hainan di Cina selatan terpaksa dihentikan sejak Minggu (16/9) pagi waktu setempat, ketika topan Mangkhut mendekati kedua wilayah tersebut. Badai terbesar tahun 2018 ini diprediksikan memasuki wilayah Guangdong serta Hainan pada Minggu (16/9) malam. Topan Mangkhut memiliki kecepatan angin hingga 330 kilometer per jam dan porak-poranda beberapa wilayah Filipina.

Akan tetapi saat bergerak ke Cina, kecepatan angin dipastikan mengalami penurunan. Melansir Xinhua, menurut Pusat Meteorologi Nasional Cina, badai Mangkhut bergerak ke Kota Yangjiang, Provinsi Guangdong dengan kecepatan angin sekitar 80 kilometer per jam. Menurut Cina Railway Guangzhou Group Co., pihaknya memerintahkan hampir 10.000 karyawan untuk melakukan patroli pengawasan terhadap bahaya badai Mangkhut. Mereka akan melakukan pengecekan ke sejumlah bagian penting rel kereta pasca dihantam badai. Tidak hanya layanan kereta, hampir semua maskapai penerbangan di Kota Haikou serta Sanya sudah menginformasikan membatalkan jadwal penerbangan.