BREAKINGNEWS.CO.ID- Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo mendorong Komisi IX DPR RI meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Pemerintah Daerah (Pemda) untuk segera memberikan vaksinasi anti rabies kepada warga Kabupaten Sikka secara gratis. Hal tersebut diutarakan Bambang menyikapi kasus gigitan anjing rabies di Sikka yang telah memakan korban 750 warga dari periode Januari hingga Juli 2018. Akibatnya empat orang meninggal dari keganasan rabies tersebut. 
 
Bambang juga meminta Kemenkes dan Pemda supaya melakukan penyuluhan kepada masyarakat, terutama masyarakat di Kabupaten Sikka mengenai tindakan pertama yang harus dilakukan jika terkena gigitan anjing rabies. "Segera melakukan pemberian vaksin anti rabies dan pemeriksaan kesehatan lainnya di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) terdekat," ujar Bambang di Jakarta, Selasa (4/9/2018). 
 
Bambang pun mendorong Komisi II DPR meminta Pemda untuk memberikan imbauan kepada masyarakat yang memiliki hewan peliharaan agar wajib dan aktif melakukan vaksinasi rabies seperti anjing, kucing, dan monyet. "Serta membatasi pergerakan hewan peliharaannya untuk mengurangi risiko penularan," katanya. 
 
Selanjutnya Bambang mendorong Komisi II dan Komisi IX DPR meminta Pemda dan Kemenkes bersama dengan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia membuat program vaksinasi terhadap hewan, serta memberikan kemudahan bagi komunitas pecinta hewan untuk memvaksinasi hewan-hewan peliharaan dan hewan-hewan liar, guna mengurangi risiko masyarakat terkena rabies.

Penyakit Rabies

Rabies adalah penyakit infeksi tingkat akut pada susunan saraf pusat yang disebabkan oleh virus rabies. Penyakit ini bersifat zoonotik, yaitu dapat ditularkan dari hewan ke manusia. Virus rabies ditularkan ke manusia melalu gigitan hewan misalnya oleh anjing, kucing, kera, rakun, dan kelelawar. Rabies disebut juga penyakit anjing gila.  Salah satu ciri anjing yang terkena rabies adalah terus-menerus mengeluarkan air liur. 

Rabies disebabkan oleh virus rabies yang masuk ke keluarga Rhabdoviridae dan genus Lysavirus. Karakteristik utama virus keluarga Rhabdoviridae adalah hanya memiliki satu utas negatif RNA yang tidak bersegmen.  Virus ini hidup pada beberapa jenis hewan yang berperan sebagai perantara penularan. Spesies hewan perantara bervariasi pada berbagai letak geografis.

 Hewan-hewan yang diketahui dapat menjadi perantara rabies antara lain rakun (Procyon lotor) dan sigung (Memphitis memphitis) di Amerika Utara, rubah merah (Vulpes vulpes) di Eropa, dan anjing di Afrika, Asia, dan Amerika Latin. Afrika, Asia, dan Amerika Latin memiliki tingkat rabies yang masih tinggi .  Hewan perantara menginfeksi inang yang bisa berupa hewan lain atau manusia melalui gigitan.

Infeksi juga dapat terjadi melalui jilatan hewan perantara pada kulit yang terluka.  Setelah infeksi, virus akan masuk melalui saraf-saraf menuju ke sumsum tulang belakang dan otak dan bereplikasi di sana.  Selanjutnya virus akan berpindah lagi melalui saraf ke jaringan non saraf, misalnya kelenjar liur dan masuk ke dalam air liur.

Hewan yang terinfeksi bisa mengalami rabies buas/ ganas ataupun rabies jinak/ tenang. Pada rabies buas/ ganas, hewan yang terinfeksi tampak galak, agresif, menggigit dan menelan segala macam barang, air liur terus menetes, meraung-raung gelisah kemudian menjadi lumpuh dan mati.

Pada rabies jinak/tenang, hewan yang terinfeksi mengalami kelumpuhan lokal atau kelumpuhan total, suka bersembunyi di tempat gelap, mengalami kejang dan sulit bernapas, serta menunjukkan kegalakan.