JAKARTA - Andi Zulkarnaen Mallarangeng dengan kata lain Choel Mallarangeng bakal dengarkan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (7/6/2017).

Sidang tuntutan di gelar karna kontrol saksi-saksi dari jaksa, penasehat hukum sudah usai. Choel Mallarangeng sebelnya didakwa memperkaya sendiri serta orang lain dalam proyek pembangunan Pusat Pendidikan, Kursus, serta Sekolah Berolahraga Nasional (P3SON) di Bukit Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

Dalam proyek itu, Choel juga didakwa merugikan keuangan negara sebesar Rp 464, 3 miliar.

" Terdakwa lakukan perbuatan memperkaya sendiri serta orang lain atau satu korporasi yang bisa merugikan keuangan negara, " tutur Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (10/4/2017).

Dalam surat dakwaan, Choel serta saudaranya Andi Alfian Mallarangeng memperkaya sendiri sebesar Rp 2 miliar serta 550. 000 dollar AS. Duit itu di terima lewat Choel dengan bertahap dari beberapa pihak.

Rinciannya, yakni 550. 000 dollar AS dari bekas Kepala Biro Keuangan serta Tempat tinggal Tangga Kemenpora, Deddy Kusdinar, di terima oleh Choel di tempat tinggalnya ; Rp 2 miliar dari PT Global Daya Manunggal yang di terima Choel di tempat tinggalnya.

Lalu Rp 1, 5 miliar dari PT GDM di terima Choel dari Wafid Muharam yang waktu itu menjabat Sekretaris Kemenpora serta Rp 500 juta dari PT GDM di terima Choel lewat Mohammad Fakhruddin.
Choel juga didakwa memperkaya orang lain, yakni Deddy Kusdinar, Wafid Muharam, Anas Urbaningrum, Mahyuddin, Teuku Bagus Mokhamad Noor, Machfud Suroso, Olly Dondokambey, Joyo Winoto, Lisa Lukitawati Isa, Anggraheni Dewi Kusumastuti, Adirusman Dault, Imanullah Aziz, serta Nanang Suhatmana.

Diluar itu, memperkaya korporasi, salah satunya, PT Yodya Karya, PT Metaphora Jalan keluar Global, PT Malmas Mitra Tehnik, PD Laboratorium Tehnik Sipil Geonives, PT Global Daya Manunggal, PT Dutasari Citra Laras, sampai 32 perusahaan subkontrak KSO Adhi Karya-Widya Karya (Adhi-Wika).

Choel didakwa tidak mematuhi Pasal 2 ayat 1 jo Pasal 18 atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Th. 1999 seperti dirubah UU Nomor 20 Th. 2001 mengenai Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 jo Pasal 65 ayat 1 KUHP.