BREAKINGNEWS.CO.ID - Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol Drs Agus Andrianto SH, MH menerima kunjungan Komisaris Utama Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Ruang Kerja Kabaharkam Polri, Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Jumat (24/1/2020). Pertemuan membahas tindaklanjut kerjasama pengamanan operasional sejumlah program Pertamina yang sebelumnya juga sudah dibahas kedua belah pihak.

Dalam pertemuan itu, Kabaharkam Polri didampingi oleh Kakorsabhara, Kakorbinmas, Kakorpolairud, Dirsamapta Korsabhara, dan Dirpamobvit Korsabhara Baharkam Polri.

Sementara Ahok didampingi oleh Condro Kirono, Dicky S, Lelin Aprianto (SVP HSSE), Brahmantya SP (VP Stakeholder Relations), dan Muhammad Baron (Manager Institutional Relations), yang kehadirannya disambut hangat oleh Kabaharkam Polri dan jajaran.

Pada pertemuan ini, Ahok menyampaikan kepada Kabaharkam Polri bahwa Pertamina membutuhkan bantuan pengamanan dari Baharkam Polri. Baik itu pengamanan melekat di kapal-kapal Pertamina, maupun pengamanan melekat di desa-desa.

Pengamanan di desa-desa tersebut terkait dengan program 1 Desa 1 SPBU dari Pertamina, yang sebelumnya juga sudah dibahas oleh kedua belah pihak.

Lebih jauh, Ahok menjelaskan, mobilisasi operasional Pertamina cukup tinggi di wilayah laut Indonesia, khususmya terkait distribusi BBM dan pipa bawah laut. Namun kerugian negara yang ditimbulkan akibat kebocoran distribusi BBM sangat tinggi. "Untuk itu perlu sinergitas dengan Kepolisian terkait keamanan operasional Pertamina di wilayah laut," katanya.

Ahok menjelaskan, anggaran pengadaan personel akan dibebankan kepada Baharkam Polri. Sementara Pertamina akan mendukung kebutuhan peralatan teknis untuk personel Polri di lapangan.

Menanggapi hal itu, Kabaharkam Polri menegaskan, Polri berkomitmen menjaga keamanan dalam negeri dan mendukung penuh setiap program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Bila ada personel Polri di lapangan yang main-main, akan kita copot jabatannya. Kami juga berharap dari Pertamina juga tidak ada yang main-main dengan aparat. Bila ada dari pertamina yang akan main-main dengan personel Polri, akan kami pidanakan juga," tegas Komjen Pol Agus Andrianto.

Selain itu, Kabaharkam Polri mengapresiasi koordinasi pengamanan yang dilakukan pimpinan Pertamina. "Banyak peluang sekali untuk membangun ekonomi kerakyatan, bila semua bisa jalan terkait koordinasi dengan semua instansi pemerintah, negara pasti akan makmur," katanya.

"Kita harus bersinergi mengamankan laut kita, mengamankan obyek vital nasional dan obyek tertentu, baik di darat maupun di laut, agar operasionalnya dapat berjalan maksimal dan memberikan kontribusi yang besar bagi negara, yang pada akhirnya bermuara pada kesejahteraan masyarakat," imbuh Komjen Pol Agus Andrianto.

Sementara itu Kakorpolairud Baharkam Polri Irjen Pol Drs Lotharia Latif SH, M.Hum, meminta kepada Pertamina agar diberikan informasi ketika Pertamina melakukan penyewaan kapal.

"Bila Pertamina menyewa kapal, agar Polri diberikan data list kapal dan daerah operasionalnya, daftar nama pemilik, rute, sehingga dapat termonitor," katanya.