JAKARTA - Beruntunglah bangsa Indonesia yang menemukan serta memasukkan tempe ke dalam menu makanan harian. Sebab tempe bukan saja terasa gurih, tapi juga mempunya manfaat bagi kesehatan manusia. Mulai dari mencegah penuaan, menurunkan kolesterol dalam darah, hingga meningkatkan kadar haemoglobin.

Meski impor masakan moderen semakin bermunculan serta sudah mempengaruhi selera makan sebagian masyarakat, namun jangan pernah meremehkan tempe! Sebagai bagian dari keluarga Indonesia, sebaiknya kita senantiasa menghadirkan olahan tempe setiap hari.

Entah dalam rangka menjaga kesehatan, melakukan program diet, ataupun karena menganut gaya hidup vegetarian. Jika olahan tempe ditambah bahan pembantu dan bumbu-bumbu terpilih, maka semakin tinggi pula kadar gizinya. Sebagai contoh, masakan terik tempe merupakan hidangan yang cocok untuk menurunkan kolesterol dalam darah. Contoh lain adalah pizza tempe, selain disajikan dalam bentuk moderen, juga mengandung protein nabati yang tinggi.

Aneka olahan tempe dapat ditawarkan pada berbagai kesempatan. Mulai dari kegiatan lomba masak ibu-ibu RT, sampai dengan hidangan lezat yang disajikan di restoran hotel berbintang.

Gizi dan Manfaat
Pada prinsipnya pembuatan tempe melalui dua tahap, yakni:
(a) tahap pemasakan dan
(b) tahap fermentasi dengan menggunakan cendawan atau kapang Rhizoporus oligosporus.

Tempe termasuk makanan protein nabati, karena kandungan proteinnya cukup tinggi, yaitu 18,3 gram/100 gram tempe. Selain itu tempe juga mengandung zat besi cukup tinggi.
Setiap 100 gram tempe kering mengandung 10 miligram zat besi. Tempe juga mengandung abu, kalsium, vitamin dan beberapa asam amino yang dibutuhkan tubuh manusia.

Tempe termasuk makanan protein nabati, karena kandungan proteinnya cukup tinggi