BREAKINGNEWS.CO.ID - Naas sekali nasib pria bernama Iwan Wahyuda. Pria berusia 39 tahun itu tewas dikeroyok ditangan temannya kerjanya, Sutrisna (33) alias Bule dan Anwarudin (37) alias Bebek di sebuah bengkel di kawasan Kampung Kelapa, Desa Kadusirung, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Banten, Senin 2 Juli 2018 lalu. 

Gilanya lagi, kejadian itu berlangsung di tengah ramai warga, keduanya yang sudah kepalang menaruh dendam kesumat tetap melakukan perbuatannya. Alhasil, Iwan tewas di tempat sebelum sempat dilarikan ke Rumah Sakit. Kedua pelaku pun langsung kabur usai melakukan hal tersebut.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Tangerang Selatan, Ajun Komisaris Polisi Ahmad Alexander mengatakan, kedua pelaku sudah membuntuti korban dari saat pulang kerja dari tempat kerja mereka di PT Liberti. Korban yang akhirnya sadar diikuti kemudian berhenti di sebuah bengkel yang jadi lokasi pengeroyokan untuk minta tolong warga. "Pelaku melakukan penyerangan terhadap korban dengan menggunakan senjata tajam secara membabi buta," kata Alex kepada wartawan, Kamis (5/7/2018).

Polisi tak butuh waktu lama untuk menciduk keduanya, Rabu 4 Juli 2018 pagi di Jalan Raya Situ Terate Kampung Patikus, Desa Situ Terate, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Banten. Saat akan ditangkap, keduanya sempat melawan menggunakan pisau.

Karena melawan, polisi terpaksa memberikan timah panas pada kaki kedua pelaku. Sutrisna sendiri diketahui berperan sebagai eksekutor, sedangkan Anwarudin membantunya seperti mengendarai sepeda motor untuk kabur usai beraksi. "Keduanya kami berikan tindakan tegas terukur di kedua kakinya karena mencoba melawan petugas saat akan diringkus," kata Alex.

Kepada polisi, Sutrisna mengaku sengaja melakukan hal tersebut. Hal itu dilakukan karena ia kesal dengan korban yang dinilai kerap mengintimidasinya dan mengumpat kata kasar saat kerja, bahkan tak jarang berujung cekcok.

Pelaku juga mengaku sempat diancam akan dibunuh oleh korban. Karena sudah kesal bukan kepalang, akhirnya Sutrisna mengajak Anwarudin menuntaskan niat jahatnya. Sutrisna pun menyiapkan sebuah pisau yang dipakai untuk menghabisi nyawa Iwan. Akibat perbuatannya, mereka berdua dijerat Pasal 170 ayat 2 ke 3e dan atau Pasal 351 ayat 3 dan atau Pasal 338 dan/atau Pasal 340 KUHP, dengan ancaman hukuman 20 tahun atau seumur hidup atau hukuman mati. "Pada saat hari H, para tersangka sengaja tidak masuk kerja untuk mempersiapkan aksi jahatnya. Mereka menunggu jam pulang kerja korban," jelas Alex.