BREAKINGNEWS.CO.ID-Ketua DPD Partai Gerindra Muhammad Taufik memastikan dirinya tidak tergabung dalam badan bersama atau lembaga yang nantinya akan menguji calon Wagub DKI berdasarkan fit and proper tes (uji kepatutan dan kelayakan). Rencananya, pekan depan sudah mulai bertemu dengan para calon penguji.

“Saya nggak ikut, lagi dirumuskan (orangnya), minggu depan baru ketemu orangnya,” kata Taufik saat dikonfirmasi, Jakarta, Sabtu (10/11/2018).

Meskipun tak terlibat dalam badan bersama, ia tetap campur tangan untuk memilih siapa saja yang dianggap layak menguji para calon Wagub DKI dari partai Gerindra sendiri. Sementara penguji dari PKS nantinya bakal ditunjuk sendiri oleh pihak PKS. Ia pun tidak menutup kemungkinan akan melibatkan pakar politik di badan bersama.

“Saya yang nentuin si tim, si A si B nya dari Gerindra. Iya bisa (ada pakar), ini lagi didiskusikan minggu depan selesai,” ujar Taufik.

Politikus Gerindra menyebut alasan dirinya tak masuk badan bersama lantaran menghindari adanya dugaan intervensi. Ia tidak ingin nantinya pihak PKS ataupun masyarakat memandang hal seperti itu mengingat dirinya sempat diisukan menjadi calon Wagub DKI juga bersama kandidat lain.

“Saya bilang temen-temen jangan saya, kenapa nanti dibilang ada intervensi apa kan, jadi kita jaga yang paling penting kriterianya dibahas, sesuai dengan Jakarta, jangan ditanya rute bus nanti nggak tahu,” paparnya.

Partai Gerinda telah memutuskan untuk memberikan kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta untuk Partai Keadilan Sejahtera (PKS) demi mengamankan Pemilihan Presiden 2019 mendatang. Meski begitu, ada aturan lain untuk bisa mendapatkan Wagub DKI baru yakni para calon harus mengikuti uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test).

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai partai pengusung sudah menyiapkan dua calon yakni Agung Yulianto yang tengah menjabat di partai sebagai Sekretaris Umum Dewan Pimpinan Wilayah PKS DKI Jakarta dan Ahmad Syaikhu adalah mantan Wakil Wali Kota Bekasi mendampingi Rahmat Effendi.