BREAKINGNEWS.CO.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi mengaku telah menerima uang pengembalian hasil korupsi dari tersangka kasus suap Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Kebumen Tahun Anggaran 2016, Taufik Kurniawan (TK). Uang tersebut diketahui berjumlah Rp3,65 miliar. Jumlah yang dikembalikan itu sama dengan total duit suap yang diduga diterima politisi Partai Amanat Nasioanal (PAN) itu dari Bupati Kebumen nonaktif Yahya Faut sebagai komitmen fee.

“TK telah mengembalikan uang ke KPK sejumlah Rp3,65 milar. Uang tersebut akan disita dan menjadi bagian dari berkas perkara kasus suap DAK untuk Kabupaten Kebumen 2016,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di Jakarta, Selasa (5/3/2019).

Taufik Kurniawan sendiri dalam kasus ini, telah ditatapkan sebagai tersangka pada 30 Oktober 2018 dan resmi menjadi tahanan KPK pada 2 November 2018 usai menjalani proses pemeriksaan sebagai tersangka untuk pertama kali ini, sebelum sempat mangkir dari panggilan penyidik selam dua kali.

Taufik diduga membantu Bupati nonaktif Kebumen Yahya Fuad, dalam pengurusan DAK Kabupaten Kebumen itu. Dia diduga menerima sekitar Rp 3,65 miliar. Setelah adanya penyerahan uang, dalam pengesahan APBN Perubahan tahun anggaran 2016, Kabupaten Kebumen mendapat alokasi DAK tambahan sebesar Rp93,37 miliar. DAK itu direncanakan digunakan untuk pembangunan jalan dan jembatan di Kabupaten Kebumen.

Atas perbuatan tersebut Taufik disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Awal September 2018 lalu, Taufik sempat diminta keterangannya terkait pengembangan kasus dugaan suap proyek yang bersumber dari DAK pada APBN 2016, senilai Rp100 miliar. Namun, dia enggan membeberkan permintaan keterangan yang dilakukan penyelidik KPK kepada dirinya.

Taufik disebut oleh Bupati nonaktif Kebumen Yahya Fuad menerima uang sebesar Rp 3,7 miliar terkait dengan pengalokasian DAK untuk Kabupaten Kebumen yang bersumber dari APBN. Yahya mengaku bertemu dua kali dengan Taufik di Semarang dan Jakarta. Dalam pertemuan itu, kata Yahya, ada kewajiban sebesar 5 persen yang harus diberikan jika DAK sebesar Rp 100 miliar cair. Uang fee tersebut diberikan dua kali melalui orang suruhan Taufik.

Yahya sendiri didakwa menerima suap sekitar Rp 12 miliar terkait sejumlah proyek di Kabupaten Kebumen selama tahun 2016. Uang suap itu berasal dari para kontraktor yang akan mengerjakan berbagai proyek dari dana APBD 2016.