BREAKINGNEWS.CO.ID - Atlet gulat nasional, Fahriansyah mengusung target tinggi di Asian Games 2018. Pegulat asal Kalimantan Selatan itu berhasrat mempersembahkan emas untuk Indonesia. Fahri akan turun di nomer gaya grego 86 kg.Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang 18 Agustus hingga 2 September merupakan kesempatan ketiga bagi Fahri untuk mengukir prestasi di level Asia.

Sebelumnya, pegulat 30 tahun itu sudah tampil di Asian Games 2010 di Guangzhou, China, dan di Incheoan, Korea Seatan pada 2014. "Tentunya saya ingin memenangkan medali emas. Tapi, walaupun Asian Games ini musuh sangat berat. Tapi saya yakin dengan kemampuan yang saya miliki. Dan saya akan menampilkan emas," kata Fahriansyah kepada Breakingnews.co.id.

Guna menuntaskan penasarannya di event terbesar di Asia itu, Fahriansyah pun digembleng di Bulgaria selama 80 hari. Diakuinya, selepas kembali ke Tanah Air. Ia membawa banyak pelajaran penting ditambah kepercayan diri yang tinggi. "Di Bulgaria banyak yang saya dapatkan yaitu teknik, fisik, dan cara bermain gulat yang benar. Dari Bulgaria kepercayaan diri saya meningkat untuk bertanding di Asian Games 2018," ucap Fahri.

Fahri juga bukan tanpa bekal ke Asian Games. Sederet medali even nasional hinga internasional pun sudah masuk ke dalam gudang prestasinya. Mulai dari medali emas PON 2007 dan 2012, Medali Perunggu PON 2016. Di ajang internasional, Fahri tak tergeser sebagai atlet langganan emas. "Alhamdulillah saya bisa menyumbang medali untuk Indoensia di SEA Games 2007, 2009, 2013. Medali perak pada SEA Games 2011 di Jakarta-Palembang," beber ayah dua anak ini.

Fahriansyah berhasil meraih tiga emas di empat SEA Games yang diikutinya
(Foto: Dok. Robbi Yanto/breakingnews.co.id) 

Jalan Panjang Menuju Sukses

Dari gulat Fahriansyah pun mampu membantu keadaan ekonomi keluarga. Dari gulat pun Fahriansyah bisa membayar uang sekolah tanpa minta kepada orang tua. Fahrianyah terlahir dari keluara petani. Tak ada darah atlet yang mengalir di dalam tubuhnya. Pelatih Suhaimi yang memperkenalkan gulat kepadanya.

Setelah beberapa pertemuan yang diikuti Fahriansyah, ia dinilai memiliki bakat dan postur yang ideal sebagai seorang pegulat. "Setelah itu, Alhamdulillah saya dimasukkan di pembinaan di Provinsi. Kejuaraan pertama saya yaitu ketika lulus SMA di Jakarta dan meraih emas. Setelah itu dipanggil seleknas dan masuk pelatnas," ukar Fahri

Kini, segudang prestasi itu telah mengantarkan Fahrianyah sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas pemuda dan olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Selatan. Ia pun bangga dengan apa yang ia lakukan setidaknya ia bisa mengangkat martabat keluarga."Sejak awal saya berkecimpung dengan gulat. Orang tua, keluarga saya tidak pernah melarang. Dan sebagaimana biasa, orang tua selalu mendukung keinginan anaknya. Alhamdulillah, dengan ini, saya bisa membuat bangga keluarga saya," beber Fahri.

Penghargaan dari negara kepadanya itu pun ingin ia balas dengan medali di Asian Games yang tak lama lagi akan dibunyikan genderang pertandingan yaitu 18 Agustus 2018. "Kalau kita gak ada terget untuk apa kita tanding, lebih baik mengundurkan diri dari awal. Paling tidak dapat medali. Apalagi, kita bermain di negara sendiri," pungkasnya.