JAKARTA – Ribuan turis dilaporkan terjebak akibat hantaman Topan Gita yang memutus jalur utama di salah satu daerah wisata terkemuka di Selandia Baru, Golden Bay baru-baru iniMerespons situasi tersebut Duta Besar RI untuk Selandia Baru, Tantowi Yahya, menuturkan pihaknya telah menghubungi otoritas lokal setempat untuk mengetahui apakah ada WNI yang terjebak atau tidak di Golden Bay.

"KBRI Wellington telah berkoordinasi dengan perwakilan masyarakat Indonesia di berbagai kota, termasuk Kota Nelson yang terdekat dari Golden Bay. Hingga saat ini belum ada laporan WNI yang mengalami masalah di Golden Bay," sebut Tantowi, Rabu (21/2/2018).

Perihal situasi di Golden Bay secara keseluruhan, Tantowi menyampaikan, otoritas setempat masih berupaya membersihkan longsor yang mengakibatkan jalur utama menuju wilayah itu terputus.

"KBRI Wellington sudah menghubungi Tasman District Council Golden Bay Service Centre untuk menanyakan perkembangan kondisi di sana, dan pihak Emergency Services New Zealand dan New Zealand Transport Agency telah berada di lokasi untuk membuka jalan yang tertutup karena longsor," papar dia.

Keterangan Badan Meteorologi Selandia Baru menyebut, pada Rabu (21/2), Topan Gita sudah meninggalkan Golden Bay menuju lautan di sebelah selatan Kota Christchurch.

Hantaman Topan Gita di Selandia Baru menimbulkan kerugian besar. Ribuan tempat tinggal mengalami mati lampu serta pohon-pohon di beberapa tempat tumbang akibat kencangnya tiupan angin.

Topan Gita merupakan badai kategori lima atau yang tertinggi. Sebelum menghantam Selandia Baru, Topan Gita telah memporak-porandakan Tonga dan Samoa.

Ketika sampai di Selandia Baru kekuatan angin Topan Gita mencapai 140 kilometer per jam. Beberapa wilayah di sebelah selatan termasuk juga kota besar Chirstchurch memberlakukan keadaan darurat dalam beberapa hari terakhir.