BREAKINGNEWS.CO.ID - Subdit 1 Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Metro Jaya berhasil mengungkap narkotika dalam kemasan abon lele dan teri medan dari jaringan pengedar Banjarmasin-Jakarta. Total ada 11 tersangka yang berhasil ditangkap Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, yakni HAR, FIR, AH, GZ, NR, AR, AW, ZN, TON, FM, dan YAH. Mereka ditangkap di Depok, Bogor dan Jakarta Barat dalam kurun waktu Desember 2018 hingga 9 Januari 2019 lalu.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Raden Prabowo Argo Yuwono, mengungkap penangkapan berawal dari laporan masyarakat pada bulan Desember 2018. Polisi kemudian menangkap tersangka HAR di Depok dengan barang bukti sabu seberat 400 gram.

"Setelah dilakukan penyelidikan kita menemukan dan kita mengungkap peredaran narkotika dalam kemasan abon lele dan juga dalam kemasan ikan teri dari Medan dikemas," kata Argo kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (18/1/2019). Setelah HAR ditangkap, polisi lalu menangkap tersangka FIR dan AH di Bogor dan mengamankan barang bukti sabu seberat 1,2 kg. Dari ketarangan tersangka FIR, dirinya mendapatkan sabu dari salah satu hotel di Jakarta.

"Kita kembangkan ternyata kita temukan tersangka lain di apartemen, kita temukan 3 tersangka. GZ, NR dan AR ini kita temukan di apartemen bersama dengan barang bukti (kemasan) abon yang ini semuanya, seperti ini abon lele khas Riau," kata Argo. "Abon lele khas Riau seperti ini tapi sama tersangka dalamnya diganti sabu sama dengan teri medan juga gitu di dalamnya ada sabu jenis baru, Yaba dari Thailand. Ini didapat semuanya di daerah Pramuka," sambungnya.

Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP, Calvijn Simanjuntak menyebut tersangka GZ mengambil barang haram tersebut di salah satu hotel di Jakarta. Barang itu sudah dalam kemasan makanan dan dimasukan ke dalam koper untuk diberikan ke 5 orang kurir yang siap mengedarkan barang haram itu.

"GZ mendapat perintah dari NG ngambil di hotel. 1 Hotel 1 koper isinya barang-barang ini dan di situ ada ongkos distribusi dan ongkos gajinya. Jadi tersangka GZ ini orang yang bertanggung jawab di area jakarta, mengambil di hotel barang tersebut, ada biayanya," kata Calvijn. Calvijn menambahkan, polisi memiliki bukti percakapan antara GZ dengan tersangka NG (DPO). 

"Tertuang di chat handphonenya bahwa sisa barang segera diantar ke tersangka lainya di Mangga Besar ada 5 tersangka di situ. Pada saat delivery modusnya sama di hotel dan diambil," sambungnya. Dalam kasus itu, polisi menyita 6,5 kg sabu, 57.578 butir ekstasi dan 15,19 gram ganja. 11 tersangka tersebut akan dikenakan pasal 114 ayat (2) subsider pasal 112 ayat (2) junto pasal 132 ayat (1) UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau hukuman mati.