JAKARTA - Sebuah tanggul bendungan jebol di Kenya karena hujan lebat yang turun selama beberapa pekan, menewaskan sedikitnya 44 orang. Warga sekitar bendungan di Solai, dekat Lembah Rift, Nakuru, 150 kilometer barat laut Ibu Kota Nairobi telah dievakuasi. Sekitar 40 orang masih belum diketahui keberadaannya.

"Jalur air telah dibuka untuk membuang sebagian air dari salah satu bendungan. Sebuah deas dekat dam telah dievakuasi," kata Komisioner Divisi Rongai, Mmowong Chimwanga, dalam pernyataan, Kamis (10/5/2018).

Palang Merah Kenya memperkirakan lebih dari 500 keluarga terdampak bencana jebolnya tanggul bendungan itu. Tanggul bendungan Patel jebol di tengah hujan lebat sekitar pukul 21:00 waktu setempat, Rabu (9/5) serta menghanyutkan beberapa tempat tinggal.

Lee Kinyanjui, Gubernur Kota Nakuru, menyatakan para korban khususnya pekerja dan petani kecil. "Itu adalah sebuah lahan pertanian besar yang mempekerjakan banyak warga desa. Mereka menanam hortikultura, kopi, teh. Pertanian itu telah ada selama dua generasi," kata Kiyanjui.

Hujan lebat serta banjir menerjang Afrika Timur dalam beberapa bulan terakhir, terutama di Kenya serta Rwanda. Palang Merah Kenya mencatat sedikitnya 100 orang tewas dan hampir 260 ribu kehilangan tempat tinggal akibat banjir Kenya.

Otoritas Kenya serta organisasi kemanusiaan mengangkut warga yang terjebak akibat tanggul bendungan jebol ke tempat yang lebih aman. Mereka juga menyediakan bantuan untuk komunitas yang terisolasi akibat hujan lebat serta tanah longsor.