JAKARTA - Pernikahan dini dinilai banyak memiliki mudarat dari manfaatnya. Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Dirinya sangat menyayangkan soal rencana pernikahan remaja yang berumur 15 dan 14 tahun di Bantaeng, Sulawesi Selatan. "Bagaimanapun juga, pernikahan di bawah umur itu lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya," katanya, Senin (16/4/2018).

Anehnya, pengadilan agama di daerah tersebut malah mengabulkan permohonan nikah kedua remaja tersebut. Untuk itu, dirinya meminta agar majelis hakim di pengadilan agama dimanapun untuk tidak gampang memberikan dispensasi pernikahan dibawah umur. Dia meminta seluruh pengadilan agama memikirkan baik-buruk pernikahan di bawah umur. "Selaku Menteri Agama, saya ingin mengimbau memohon betul kepada hakim pengadilan agama, agar betul-betul melihat persoalan ini secara komprehensif. Kalaulah ingin mengabulkan dispensasi kepada anak-anak untuk melangsungkan pernikahan, itu harus betul-betul berdasarkan pertimbangan yang masak-masak," pinta Lukman.

Seperti diberitakan sebelumnya, kedua remaja tersebut sempat mengajukan permohonan perkawinan kepada KUA setempat. Namun pihak KUA menolak dengan alasan usia mereka masih terlalu dini. Akhirnya, pihak KUA mengeluarkan N9 atau penolakan pencatatan. Kendati demikian, usaha mereka untuk mewujudkan keinginanya tak berhenti disitu. Dengan bantuan keluarga, mereka mengajukan permohonan dispensasi ke Pengadilan Agama Bantaeng. Namun permohonan tersebut dikabulkan sehingga pihak KUA tidak memiliki alasan lagi untuk menolak pernikahan tersebut. "Ya kalau pengadilan mengabulkan, pasti dengan pertimbangan matang," ujar Kepala Biro Humas Kemenag Mastuki, Sabtu (14/4/2018).