BANDUNG - Sehubungan dengan terjadinya tindakan pemukulan yang dilakukan oleh oknum TNI terhadap salah satu anggota Sat Lantas Polresta Pekanbaru Bripda Yoga Vernando pada hari kamis (10/8/2017) tersebut, hal ini tak luput dari perhatian Kapolda Jabar Anton Charliyan.

Menanggapi kejadian tersebut, Kapolda Jabar Anton Charliyan ikut prihatin atas adanya kejadian yang dianggap merupakan sebuah kesalahpahaman antara salah seorang anggota polantas dengan anggota korem di pekanbaru.

Beliaupun meminta kepada seluruh masyarakat agar tidak memperpanjang masalah tersebut. Menurut beliau, masalah ini hanyalah masalah kesalahpahaman kecil dan kesalahpahaman oknum serta kedua belah pihak saat ini sudah saling meminta maaf.

Selain itu, beliaupun mengingatkan kepada seluruh elemen masyarakat untuk tidak membesar-besarkan masalah ini bahkan sampai mengadu domba antara institusi TNI dan POLRI.

"Kedua belah pihak saja sudah berdamai, sudah minta maaf. Jangan sampai disinyalir oleh golongan - golongan yang terus ingin memperkeruh suasana ini. TNI dan POLRI itu adalah SATU, serta kekuatan dan kesatuan Republik Indonesia salah satunya garda terdepan adalah TNI dan POLRI. Al ittihadu Quwwatun, kekuatan ada didalam KEBERSAMAAN. Jika TNI dan POLRI bersatu itu adalah KEKUATAN kita bersama."

Beliau menambahkan, "Dan apabila masih ada pihak yang masih memperpanjang dan memperkeruh suasana ini, berarti mereka tidak cinta persatuan, tidak cinta NKRI," ujarnya.