BREAKINGNEWS.CO.ID - Anggota Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi DKI Jakarta, Fraksi PDI Perjuangan (PDIP), Steven Setiabudi Musa, dibuat heran dengan keputusan yang diambil oleh Pemprov DKI Jakarta tentang pembatalan penambahan bonus bagi atlet peraih medali di Asian Games 2018. Menurut Steven Musa, tindakan itu bisa mencederai semangat atlet, yang telah berjuang membawa nama provinsi, dan negara di kancah internasional.

Sebelumnya, Pemprov DKI sempat mengusulkan anggaran Rp 21 miliar untuk bonus atlet peraih medali di Asian Games 2018 dalam APBD-P. Namun rupanya peraihan medali tidak sebanyak yang ditargetkan sehingga usulan anggaran itu diminta dikurangi. 

Rencananya, atlet peraih medali emas bakal diguyur bonus Rp750 juta, peraih perak Rp500 juta, dan Rp250 untuk atlet peraih medali perunggu. Namun, setelah pembatalan, jumlah bonus disesuaikan dengan Keputusan Gubernur Nomor 1203 Tahun 2018 tentang Satuan Biaya Kegiatan Keolahragaan dan Kepemudaan Serta Penghargaan Prestasi Olahraga dan Pemuda. Adapun atlet peraih medali emas berhak mendapat bonus Rp 300 juta, peraih medali perak Rp 150 juta, dan peraih medali perunggu Rp 90 juta.

"Bukan kita melihat atlet itu mata duitan. Tapi sudah saatnya kita menghargai atlet. Takutnya kalau perhatian Pemprov DKI itu kecil atlet-atlet ini bisa merasa pesimis. Mereka bisa pindah ke daerah lain. Kami menyesali saja kalau ini sampai terjadi. Komisi E tetap ngotot memberikan atlet Rp750 juta plus rumah,"kata Steven Musa, Selasa (11/9/2018), kepada Breakingnews.co.id.

Steven Musa menegaskan, penambahan bonus bagi atlet bukanlah hal yang berlebihan. Dikatakannya, bonus diberikan sebagai penghargaan kepada atlet yang mena bisa menjadi penepis paradigma masyarakat yang menilai bahwa pemerintah maupun provinsi kurang peduli kepada mantan-mantan atlet.

"Kan miris juga selama ini dibilang bahwa negara atau pemerintah tidak adil terhadap mantan-mantan atlet. Nah, buktikan sekarang bahwa pemerintah juga hadir pada saat atlet masih berprestasi hingga hari tua. Ini kan bisa jaminan untuk hari tua bagi mereka. Punya deposito, punya rumah. mungkin buat usaha,"ucapnya.

DKI Jakarta, lanjut Steven Musa pada PON 2020 di Papua menargetkan untuk kembali merebut titel juara umum, dari Jawa Barat. Namun, dengan adanya polemikm ini, Steven mengakui hal itu bakal sulit terwujud. "Kalau caranya seperti ini bagaimana membangkitkan kembali prestasi olahraga DKI. Contohnya Christopher Rungkat (atlet tenis peraih medali emas Asian Games 2018) nomor ganda campuran. Kabarnya, dia sudah ada niatan untuk pindah ke daerah lain. Nah, hal seperti inilah yang perlu kita antisipasi," Steven Musa mengakhiri.