JAKARTA-Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendukung Kementrian Perhubungan (Kemenhub) untuk menerapkan aturan tentang uji kir terhadap kendaraan yang dijadikan taksi online. Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno menegaskan jika ada yang belum lulus uji kir maka resikonya harus mengikuti aturan yang sudah dibuat oleh Kemenhub. Uji kir dinilai sangat penting sebagai jaminan keselamatan para pengguna jasa transportasi.

"Kalau mereka tidak lolos, tentunya sesuai dengan peraturan yang dibuat. Kemenhub sudah mensyaratkan, mereka harus lolos. Dan kita akan bantu Kemenhub untuk penegakannya," kata Sandi di Kawasan Kuningan, Jakarta, Rabu (14/2/2018).
Berdasarkan data hingga 13 Februari 2018, ada sebanyak 18.093 unit kendaraan online yang mengikuti uji kor namun 1.427 unit dinyatakan tidak lulus uji kir.

Soal aturan mengenai uji kir dalam Permenhub Nomor 108 tahun 2017 dianggap penting karena merupakan upaya pemerintah untuk melindungi pengendara dan penumpang kendaraan umum.

Sebagai sikap penolakan, pagi tadi ratusan supir taksi online kembali melakukan aksi unjuk rasa di Kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Rabu (14/2/2018). Inti dari aksi unjuk rasa mereka yaitu menuntut adanya Permenhub Nomor 108 Tahun 2017 tentang penyelenggaraan angkutan orang dengan kendaraan bermotor umum tidak dalam trayek.