BREAKINGNEWS.CO.ID - Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta optimis bisa menyerap sisa anggaran sebanyak Rp59 miliar untuk tahun 2018 dengan membuat beberapa waduk di Jakarta yang masuk ke dalam program naturalisasi.

Untuk mencapai target tersebut Sekretaris Kepala Dinas SDA Rodia mengatakan pihaknya akan memakai cara dengan swakelola. Cara itu dianggap bisa menyelesaikan dengan cepat dibandingkan tidak menggunakan swakelola karena dikerjakan dengan jumlah pekerja lebih banyak dari biasanya.

“Misalnya untuk pengerjaan saluran A panjangnya 10 meter, yang harusnya dikerjakan tiga hari kalau swakelola kan dilakukan lebih fleksibel, kalau kita mau kerjakan satu hari kan bisa. Artinya ketika ada tiga hari itu jumlah orangnya berapa, kalau dijadikan 1 hari kan pasti tinggal tambah orang,” terang Rodia di kantor DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon sirih, Jumat (14/8/2018).

Ia pun menjamin pihaknya akan menggunakan sistem katalog elektronik untuk menjalankan swakelola waduk tersebut demi mencapai target beberapa bulan terakhir. Di mana saat ini ada tiga waduk yang tengah dikerjakan beserta kelengkapan saluran airnya yakni waduk Setu Babakan, Waduk Cimanggis dan Waduk Kampung Rambutan.

"E katalog kan tinggal klik-klik. Kita beli langsung sudah posisi terpasang. Waduk itu pembebasannya kan enggak sekaligus, sedikit-sedikit. Nah pengamanan aset itu bisa, kita belanja berapa pun bisa, karena kita pakai e-katalog. Kita beli yang langsung jadi tinggal pasang," terang dia.

Sebelumnya Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Muhammad Taufik menegaskan penambahan anggaran untuk pembahasan Kebijakan Umum Perubahan APBD dan Plafon Anggaran Sementara (KUPA PPAS) APBD Perubahan 2018 ditolak secara mentah-mentah. Hal itu dikarenakan waktu yang tersisa tidak memungkinkan Dinas SDA DKI menyerap anggaran tersebut.

“Bukan soal batal membatalin, cukup enggak waktuya kalau bikin waduk sekarang sampai Desember," kata Taufik di kantor DPRD DKI Jakarta, Jumat (14/9/2018).