BREAKINGNEWS.CO.ID - Kurang dari 24 jam setelah kejadian, aparat Polres Metro Tangerang Kota berhasil menangkap perampok yang beraksi di rumah Pemotongan Hewan (RPH) Karawaci di Jalan Taman Cisadane, Kelurahan Panunggangan Barat, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang. Seorang dari pelaku kejahatan tewas ditembak karena melukai petugas dengan senjata tajam saat akan ditangkap.

Ada empat pelaku yang ditangkap. Mereka adalah Aris Gunawan (34), Mardani (36), Rohman (36) dan Lili (34). Sementara dua lainnya bernama Zamawi dan Sobri ditembak mati saat penangkapan.

"Kami tangkap empat, para pelaku mengakui kalau otak aksi tersebut adalah Zamawi dan Sobri. Dari situ juga anggota berhasil mendapatkan keberadaan keduanya dan langsung dilakukan pengejaran," kata Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Harry Kurniawan, Jumat (10/8/2018).

Dalam proses pengungkapan, saat dilakukan pengejaran, Zamawi dan Sobri melawan dengan menggunakan senjata tajam. Polisi yang hendak menangkap keduanya mengalami luka sabetan benda tajam. 

"Seorang anggota kami terkena sabetan senjata tajam saat mau menangkap pelaku. Kami pun langsung ambil tindakan tegas penembakan di dada kepada keduanya. Zamawi dan Sobri tewas saat dilarikan ke rumah sakit," jelas Harry.

Ia menjelaskan, dalam aksi perampokan ini masing-masing pelaku mempunyai peran berbeda. Tersangka Aris berperan memberikan gambaran waktu dan situasi tempat penyimpanan uang di RPH, yakni satu pelaku lain bernama Firman (37). Sementara pelaku bernama Firman adalah seorang petugas keamanan di lokasi kejadian.

Dari penangkapan ini polisi menyita barang bukti yaitu satu pucuk senjata api rakitan, sebilah golok, slayer (alat pengikat korban), dua unit R2, satu ransel berisi alat perkakas, 7 unit ponsel, rekaman kamera CCTV dan tas yang berisi uang tunai Rp700 juta.

Kapolres menyebutkan, uang hasil rampokan belum dipergunakan oleh para pelaku berkat kecepatan pengungkapan kepolisian.

Uang tersebut tersimpan di dalam brankas di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Karawaci, Tangerang Kota. Namun uang tersebut digondol oleh para tersangka dengan menjebol atap kantor pada Kamis, 9 Agustus 2018 sekira pukul 03.00 WIB. "Belum ada yang digunakan (uang). Kami pun langsung mengembalikan uang tersebut ke perusahaan," jelas Harry.

Untuk.mempertanggung jawabkan perbuatannya, para tersangka akan dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. Mereka terancam dengan hukuman maksimal 12 tahun penjara.