BREAKINGNEWS.CO.ID – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menegaskan bahwa tidak ada unsur ancaman dalam proses pemanggilan para pemain ke Timnas Indonesia. Hal tersebut disampaikan PSSI guna menanggapi komentar dari manajer Sriwijaya FC, Ucok Hidayat, yang menyatakan hal tersebut.

Sebelumnya, Ucok menyampaikan ada pemain Sriwijaya FC yang takut apabila tidak memenuhi panggilan timnas Indonesia. Adanya ancaman dari federasi sepak bola nasional tersebut yang menjadi penyebabnya. Akan tetapi, kepala hubungan media dan promosi digital PSSI, Gatot Widakdo, menjelaskan tata cara pemanggilan pemain sudah sesuai dengan ketentuan. Oleh karena itu, dia merasa bingung dengan klaim Ucok tersebut.

"Soal pemanggilan pemain timnas. sesuai dengan regulasi FIFA. Setiap klub punya kewajiban melepas pemain pada setiap pertandingan FIFA match day, jadi inilah dasar pemanggilan pemain bukan ancaman," kata Gatot, Jumat (12/10/2018). "Kedua soal jadwal pertandingan Liga. Ini semua yang membuat operator liga bukan PSSI. Jadi, merekalah yang mestinya menyesuaikan jadwal pertandingan liga dengan FIFA match day," imbuhnya.

Berdasarkan Pasal 36 ayat 2 Statuta FIFA soal regulasi transfer dan status pemain, memang disebutkan klub serta pemain harus menghormati panggilan dari federasi. Asalkan, agenda tersebut masuk dalam kalender resmi FIFA. Merujuk dengan statuta yang sudah disebutkan, PSSI punya landasan yang kuat memanggil pemain Sriwijaya FC. Mengingat, uji coba timnas Indonesia di bulan Oktober ini semuanya masuk dalam kalender FIFA.

Tercatat ada tiga pemain Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya FC) yang dipanggil saat timnas Indonesia mengalahkan Myanmar tiga gol tanpa balas, beberapa hari lalu. Mereka adalah Zulfiandi, Alberto 'Beto' Goncalves, serta Esteban Vizcarra. Akan tetapi, pada pertandingan uji coba melawan Hong Kong, 16 Oktober 2018 mendatang, tenaga Vizcarra tidak lagi digunakan. Tetapi ada pemain Sriwijaya FC yang lain yang dipanggil ke timnas, yaitu Marckho Sandy Merauje. Tampaknya ini dikarenakan tim pelatih skuad Garuda masih butuh untuk melihat lebih jauh pemain yang bisa bermain di posisi bek sayap.