BREAKINGNEWS.CO.ID - Forum Pemuda Pemerhati Demokrasi (FPPD) DKI Jakarta turut menyoroti terkait dengan adanya revisi terhadap visi misi pasangan capres dan cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019. Menurutnya, revisi visi misi Prabowo-Sandi lantaran sebelumnya agak panjang sehingga dirampingkan menjadi singkat.

"Walaupun demikian, saya nilai tidak ada masalah karena tidak merubah makna dan tujuan awal yang akan dicapai dan dikerjakan oleh pasangan 02 itu untuk rakyat Indonesia ke depan jika terpilih nanti sebagai Presiden dan Wakil Presiden periode 2019 - 2024," kata Ketua FPPD DKI Jakarta, Suriadin P La Ode kepada breakingnews.co.id saat dihubungi, Senin (14/1/2019).

Selain itu, revisi yang dilakukan terhadap visi misi tersebut juga akan mempermudah masyarakat Indonesia untuk memahami bahwa ke arah mana bangsa ini akan dibawa oleh pasangan 02 tersebut.

"Tentu perubahan visi misi yang dilakukan oleh 02 ini sudah melalui pertimbangan dan kanjian penuh penghayatan yang mendalam," ujarnya. "Terkait bahwa hal tersebut dipersoalkan oleh pihak lain, saya kira itu hanya bagian dari dinamika politik dan bentuk ketakutan semata," imbuh Suriadin.

Untuk itu, dirinya menegaskan jika baiknya tak mempersoalkan terkait revisi itu lebih jauh. Yang perlu diperhatikan adalah ketika visi misi tersebut tidak dapat direalisasikan nantinya.

"Hemat saya, yang penjadi persoalan itu adalah ketika visi dan misi tersebut tidak mampu merealisasikannya. Jadi, inilah yang menjadi persoalan sebenarnya," tegas Suriadin.

Seperti diberitakan sebelumnya, Prabowo-Sandi melakukan perubahan terhadap visi misi mereka. Adapun revisi yang sangat mencolok yakni penggunaan kata 'pilar' yang diubah menjadi 'fokus'. Selain itu, visi misi Indonesia Menang tersebut juga terlihat lebih ringkas.

Visi pasangan calon 02 setelah direvisi berbunyi: Terwujudnya Bangsa dan Negara Republik Indonesia yang adil, makmur, religius, dan bermartabat dalam bingkai persatuan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Visi sebelum direvisi yakni: Terwujudnya Bangsa dan Negara Republik Indonesia yang adil, makmur, bermartabat, relijius, berdaulat di bidang politik, berdiri diatas kaki sendiri di bidang ekonomi, dan berkepribadian nasional yang kuat di bidang budaya serta menjamin kehidupan yang rukun antar warga negara tanpa memandang suku, agama, latar belakang sosial dan rasnya berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Sedangkan misi mereka tetap terdiri dari 5 butir. Pada dokumen misi yang baru, namun kalimatnya diperpendek.

Sebelumnya ada 4 pilar yakni; Pilar Ekonomi, Pilar Kesejahteraan Rakyat, Pilar Budaya dan Lingkungan Hidup, dan Pilar Politik, Hukum dan Hankam. Kini pilar tersebut berubah menjadi fokus dan terdiri dari 5 butir. Berikut kutipannya:

Fokus Pertama: Ekonomi yang mengutamakan rakyat, adil, makmur, berkualitas, dan berwawasan lingkungan.

Fokus Kedua: Peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan sosial.

Fokus Ketiga: Keadilan di bidang hukum dan demokrasi berkualitas.

Fokus Keempat: Menjadikan negara Indonesia rumah yang aman, nyaman, dan berdaulat bagi seluruh rakyat Indonesia.

Fokus Kelima: Penguatan karakter dan kepribadian yang luhur.