BREAKINGNEWS.CO.ID - Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Mardani Ali Sera berpesan kepada seluruh elemen untuk mengawal kemenangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mulai dari Tempat Pemungutan Suara (TPS) terdekat.

Hal itu disampaikan Mardani saat memimpin simulasi proses pemilihan dan perhitungan suara TPS  di kawasan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Mardani mengaku, di Pilpres 2019 ini pihaknya tidak ingin terjadi kecurangan-kecurangan. Sehingga hal itu menimbulkan kerugian bagi kubu 02 sendiri. “Mari kita kawal kemenangan Prabowo-Sandi pada 17 april 2019 dari TPS-TPS terdekat kita,” kata Mardani," Selasa (12/2/2019).

Mardani yang juga politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini juga mengajak masyarakat, relawan, simpatisan untuk kerja tekun dan cerdas dalam mengawal suara Prabowo-Sandi, “Kita mengawal suara rakyat agar tidak disalahgunakan dan munculnya pemilih-pemilih hantu," ujarnya.

Wakil Ketua Komisi II DPR itu juga meminta masyarakat untuk terus berjuang semaksimal mungkin dari mulai TPS sampai tingkat Pusat, “Agar tidak ada potensi kecurangan dari mulai proses pemungutan, perhitungan, rekapitulasi suara di TPS, PPS, PPK, hingga KPUD Kabupaten/kota, Provinsi, dan Pusat,” kata Mardani.

Selain itu legislator asal daerah pemilihan (dapil) Jakarta Timur itu juga percaya Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sebagai penyelenggara pemilu akan menjadi wasit yang netral dan profesional menjalankan tugas sesuai dengan undang-undang (UU). “Saya percaya lembaga penyelenggara pemilu kita bisa bekerja netral dan profesional sehingga rakyat percaya bahwa pemimpin yang lahir nanti adalah benar-benar pemimpin pilihan rakyat,” tegas Ketua DPP PKS itu.

Selain Mardani, acara simulasi proses pemilihan dan perhitungan suara TPS juga dihadiri sejumlah tokoh-tokoh bangsa seperti Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amin Rais, putri proklamator RI, Rahmawati Soekarnoputri, aktivis Neno Warisman dan Judi Magio Yusuf.