BREAKINGNEWS.CO.ID - Tidak kurang dari 256 kendaraan bermotor terpaksa di minta putar balik saat melintas di Jakarta Barat, karena tidak dapat menunjukkan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) di pos penyekatan arus balik.

Kasat Lantar Jakarta Barat Kompol Purwanta mengatakan dari 256 kendaraan yang diminta putar balik, sebagian besar berasal dari pos penyekatan Kalideres.

"Data Kamis (28/5/2020), di Pos Kalideres 8 mobil pribadi, 235 kendaraan bermotor, total 243. Sementara di Pos Karang Tengah 2 mobil pribadi, 11 kendaraan bermotor, total 13 kendaraan, di pos Kembangan nihil,"bukan Purwanta dikonfirmasi, Jumat (29/5/2020).

Lanjut, mengatakan bila rata-rata kendaraan sepeda motor yang melintas di Kalideres merupakan kendaraan dari arah Sumatera dan Banten.

Para pengendara motor biasanya menyebrang dari pelabuhan Merak lalu mengarah ke Jakarta melalui Jalan Daan Mogot di Kalideres.

Namun sesampainya di pos penyekatan untuk pemeriksaan, para pengendara tidak biaa menunjukkan SIKM.

"Di pos Kalideres banyak. Terutama mobil dan motor yang bukan plat B (Jabodetabek). Rata-rata kendaraan dari Sumatera mobil dan motor, daerah Lampung dan sebagainya," ujarnya.

Mereka yang kedapatan tidak memiliki SIKM terpaksa putar balik.

Jumlah kendaraan bermotor yang diminta putar balik hampir naik 100 persen dari hari sebelumnya yakni Rabu (27/5/2020).

Di hari Rabu, sebanyak 125 kendaraan bermotor dari luar daerah Jabodetabek diminta putar balik karena tidak memiliki SIKM saat melintas di pos penyekatan Kalideres.

Seperti diketahui, operasi pemeriksaan SIKM ke wilayah Jakarta dilakukan hingga 7 Juni 2020.

Ini dilakukan untuk mengamankan Jakarta dari lonjakan kasus Covid-19 yang mungkin terjadi usai Lebaran.

Tentu peraturan ini tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 47 Tahun 2020 tentang Pembatasaan Kegiatan Bepergian Keluar dan/atau Masuk Provinsi DKI Jakarta Dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).