BREAKINGNEWS.CO.ID – Mata uang vitual Bitcoin mengalami penurunan pada penghujung 2018, setelah melewati masa-masa indah di tahun 2017. Meskipun begitu, tren tersebut dipreduksi takkan terus bertahan, di mana pada kuartal pertama 2019, Bitcoin dilaporkan akan kembali menanjak baik.

Demi menggapai hal tersebut jelas tidak mudah, seperti regulasi virtual currency yang masih buram di indonesia. Selain itu, nilai tukarnya yang merosot juga jadi faktor lain konsumen tak lagi bergelut dengan cryptocurrency ini.

Dan menurut Galang Prayogo selaku Ketua Himpunan Pemerhati Hukum Siber Indonesia (HPHSI) merosotnya user Bitcoin bukan berarti pasar akan menjadi lesu usai pergantian tahun. Disampaikannya pasar Bitcoin diprediksi akan melonjak di tahun 2019 ini.

Galang menilai jika salah satu faktor yang mendorong naiknya pengguna Bitcoin adalah jika Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappepti) yang dikabarkan telah mensahkan cryptocurrency sebagai komoditi, bisa segera menelurkan aturan main mata uang virtual ini sebagai jaminan hukum bagi para pemainnya.

"Regulasi dari pemerintah bisa menjadi stimulus yang optimal untuk menghidupkan kembali pasar Bitcoin," ungkap Ketua Himpunan Pemerhati Hukum Siber Indonesia tersebut pada Rabu (2/1/2019).

Di pertengahan tahun ini, Galang menyebutkan jika sudah ada kabar bahwa Bappepti telah mensahkan cryptocurrency sebagai komoditi untuk diperdagangkan di bursa perdagangan berjangka.

"Kini tinggal kita menunggu pembahasan lebih lanjut antara Bappepti dan para penyelenggara atau penyedia cryptocurrency," jelasnya.

Disamping itu, Galang juga menambahkan jika pembahasan mengenai cryptocurrency bisa rampung pada awal tahun 2019 ini, dam pasar Bitcoin dapat dipastikan akan kembali bergairah.

"Nilai tukar memang menjadi pertimbangan bagi para pemainnya, tetapi stimulus berupa aturan main yang jelas lebih menjadi faktor utama yang bisa membuat Bitcoin kembali ramai," tutupnya.