BREAKINGNEWS.CO.ID – Kasus Narkoba di Kota Depok menjadi ancaman serius, hal ini dikarenakan kasus tersebut di 2018 ini naik 100 persen dibandingan dengan tahun sebelumnya. Bahkan sudah 27 pengedar narkoba terjaring saat Operasi Nila Jaya yang digelar sejak 12-26 September 2018. Dari sana polisi berhasil mengamankan 287 gram ganja kering dan 172 gram sabu.

“Peningkatan kasus narkoba 100 persen. Tahun lalu ada 17 kasus, saat ini ada 25 kasus dan 27 tersangka,” jelas Wakapolresta Depok AKBP Arif Budiman di Depok, pada Jumat (26/10/2018). Adanya indikasi ini, Arif menandakan jika peredaran narkoba di Kota Depok sangat memprihatinkan. Dari hasil tangkapan, tersangka rata-rata pemain baru dan kesehariannya pelaku ini rata-rata tidak bekerja.

“Mereka mengedarkan barang di Depok dan semua barang bukti juga berasal dari Depok. Semua yang terjaring dikenakan Pasal 114 dan 112 KUHP Undang-Undang Narkotika dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara,” jelas Arif.

Pada saat yang bersamaan, Kasat Narkoba Polresta Depok Kompol Indra S Tarigan menyatakan jika wilayah peredaran narkoba yang cukup tinggi ada di Pancoranmas serta Sawangan. Di kedua wilayah itu pihaknya sering kali melakukan pengungkapan kasus narkoba. Sedangkan untuk daerah sekitar kampus juga tak luput dari incaran pihaknya.

“Narkoba tidak memandang umur, para pengedar menyasar siapa saja. Bahkan dari kasus-kasus ada yang dari kalangan intelek. Untuk hasil operasi ini yang diamankan usia termuda 21 tahun dan yang tertua 56 tahun. Ketika diperiksa mereka tidak mengakui perbuatannya,” jelas Indra.

Selanjutnya, Indra juga mengatakan jika berdasarkan keterangan para tersangka, setiap kali transaksi mereka mampu mendapatkan untung sekitar Rp1,8 juta hingga Rp2 juta per gram. Dengan keuntungan yang cukup besar inilah Indra merasa jika profesi pengedar narkoba menjadi mata pencaharian bagi segelintir orang di Depok. “Karena upah yang cukup besar menjadikan profesi pengedar (narkoba-red) menjadi mata pencaharian,” pungkas Indra.