BREAKINGNEWS.CO.ID - Sikap yang ditunjukkan oleh Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin terkait dengan himbauannya soal tempat ibadah agar dijaga supaya terhindar dari kepentingan politik praktis diharapkan agar dapat berjalan sesuai yang diharapkan. Tak hanya itu, himbauan Menag tersebut juga berkaitan dengan beredarnya Tabloid Indonesia Barokah di sejumlah Masjid di beberapa daerah yang juga dinilai menyudutkan salah satu pasangan calon di Pilpres 2019.

"Sikap pak Lukman Hakim selaku Menteri Agama itu merupakan upaya untuk memproteksi agar tempat ibadah tidak dinodai dengan kepentingan politik kelompok tertentu serta pelaksanaan pemilu mendatang dapat berjalan sebagaimana mestinya," kata pengamat politik dari Lembaga Analisis Politik Indonesia (L-API), Alvitus Minggu kepada breakingnews.co.id saat dihubungi, Selasa (29/1/2019).

Pernyataan tersebut, lanjut Alvitus, berpautan dengan beredarnya isu penyebaran Tabloid Indonesia Barokah, yang mana sasaranya ke Masjid-masjid. Isi yang terkandung dalam tabloid tersebut juga dinilai mendiskreditkan paslon tertentu. Menurutnya, hal ini sangat membahayakan bagi nilai-nilai toleransi di Indonesia.

"Ini berbahaya, karena cukup mengganggu terhadap nilai toleransi di Indonesia. Bila tabloid ini betul keberadaanya, maka tanpa disadari bahwa ini adalah bagian dari perluasan konsep politik 'devide et impera"'politik pemecah belah bangsa. Yang dapat mengganggu terhadap kenyamanan persepsi publik dalam menghadapi pilpres 2019," ujarnya.

"Tidak kalah penting juga bahwa penyebaran nilai yang menyudutkan salah satu paslon tertentu melalui  tabloid merupakan bagian dari propaganda politik dalam rangka untuk menaikan elektabilitas paslon lain. Memang dalam dunia politik sangat memungkinkan hal itu terjadi. Artinya segala cara dihalalkan untuk memperoleh sesuatu yang diinginkan," tegasnya.

Ia menilai bahwa hal-hal tersebutlah yang terjadi selama ini terhadap bangsa ini. Dirinya mengatakan jika kondisi politik di Indonesia selalu berbasis pada nilai-nilai kepalsuan dan nilai-nilai ketidakjujuran.

"Itulah yang terjadi selama ini, bangsa kita yang cenderung mengaktualisasikan kepentingan politik. Selalu berbasis pada nilai kepalsuan atau ketidakjujuran sesungguhnya, meskipun hal ini bertentangan dengan nilai kultur bangsa yang lebih mengedepankan soal kesantunan politik yang tidak saling merugikan kepentingan satu sama lain," ucapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, himbauan yang disampaikan oleh Menag Lukman tersebut dengan tujuan agar semua ibadah, baik Masjid, Mushalla, Gereja dan rumah ibadah lainnya supaya terjaga kesuciannya. Hal itu juga dilakukan agar terhindar dari segala macam hal-hal yang berbau politik.

Selain itu, Menag Lukman juga menilai bahwa semua umat maupun jemaat di masing-masing rumah ibadah itu sendiri juga memiliki pandangan politik yang berbeda. Untuk itulah, dirinya menghimbau kepada seluruh elemen untuk menjaga betul kesakralan hingga kesucian rumah ibadah itu sendiri agar tidak dipengaruhi aktivitas politik praktis begitu.

Ia menilai, sejatinya kegiatan politik dilakukan ditempat-tempat terbuka atau di ruang publik, di tempat-tempat umum dan sebagainya bukan mengunakan rumah ibadah sebagai tempat menyalurkan aspirasi politik.