BREAKINGNEWS.CO.ID – Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) Persatuan Bulu tangkis Seluruh Indonesia (PBSI), Susy Susanti menyangkan permintaan maaf kepada seluruh masyrakat Indonesia atas raihan buruk para atletnya di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2018. Ia pun mengaku kecewa dengan hasil tersebut, namun ia berjanji akan bekerja keras untuk kembali membangkitkan prestasi Bulutangkis Indonesia di ajang selanjutnya.

Hasil ini meleset dari target satu gelar juara yang telah ditetapkan oleh PBSI. Pasangan ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon yang merupakan salah satu andalan untuk meraih gelar, terhenti di babak perempat final dari Takeshi Kamura/Keigo Sonoda (Jepang), dengan skor 19-21, 18-21.

"Hasil ini memang tidak sesuai dengan target kami yaitu satu gelar juara. Saya sebagai Kabid Binpres dan manajer tim minta maaf kepada masyarakat Indonesia karena belum bisa memberikan hasil terbaik," ujar Susy. "Kami tentunya sedih dan kecewa dengan hasil ini, tetapi kami harus bangkit dan bekerja keras lagi untuk pertandingan berikutnya, terutama Asian Games yang sudah di depan mata," tambah Susy.

Sektor ganda putri menjadi sektor yang mengirim wakil terbanyak ke perempat final dengan tiga wakil yaitu Greysia/Apriyani, Rizki Amelia Pradipta/Della Destiara Haris dan Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani. Menanggapi hal ini, Susy mengapresiasi perjuangan tim ganda putri.

"Saya melihat progres di sektor ganda putri dari segi teknik permainan. Hanya sayang masih kurang di power, fisik dan ketahanan dan kesabaran dalam melawan pasangan Jepang. Semoga di Asian Games bisa memberikan hasil yang lebih baik lagi," kata Susy.

Tiga wakil ganda putri Indonesia harus takluk di tangan wakil Jepang. Rizki/Della dikalahkan Koharu Yonemoto/Shiho Tanaka, 21-17, 12-21, 15-21. Sedangkan Anggia/Ketut ditundukkan unggulan kedua, Yuki Fukushima/Sayaka Hirota, 17-21, 15-21. Sementara itu, Susy juga menilai bahwa Kevin/Marcus harus mengevaluasi pola permainan mereka yang mulai terbaca oleh lawan.

"Lawan-lawan sudah mempelajari permainan cepat mereka, saatnya Kevin/Marcus memperbaiki diri, tidak boleh lengah dan cepat puas. Kevin/Marcus harus fokus mengatur irama permainan sejak awal dan berusaha agar pola mereka tidak mudah terbaca lawan," ujar Susy.