SURABAYA - Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) menggelar survei terhadap para bakal calon Gubernur Jawa Timur. Dari hasil survei, elektabalitas mantan Ketua Umum PSSI La Nyalla M Mattalitti mengungguli tokoh lainnya seperti Tri Rismaharini (Wali Kota Surabaya), Khofifah (Menteri Sosial), serta Saifullah Yusuf-Gus Ipul (Wakil Gubernur Jatim).

"Untuk tingkat elektabilitas atau keterpilihan, La Nyalla ada di tempat teratas dengan perolehan 23,1 persen. La Nyalla ditempel Risma dengan 19,2 persen. Khofifah 18,3 persen serta urutan keempat Gus Ipul 13,1 persen," kata Direktur Eksekutif LKPI Arifin Nur Cahyono, Kamis (14/9/2017).

Ia menerangkan, dari temuan di lapangan, terdapat fakta bahwa rakyat Jawa Timur menginginkan perubahan. "Karena Gus Ipul sebagai representasi petahana dinilai tidak bisa mewujudkan kesejahteraan rakyat. Itulah mengapa nama-nama non-Gus Ipul terus menguat," katanya.

Sebelumnya, banyak lembaga survei yang mencatatkan Gus Ipul menempati elektabilitas tertinggi. Survei itu berbeda dengan survei dari LKPI. Kata Arifin, LKPI menyusun indikator lain dalam survei itu.

"Kami dalam menyusun survei, ada kompetensi yang diinginkan masyarakat. Juga ada sifat-sifat yang diiinginkan masyarakat yaitu pemimpin yang dapat mengatasi permasalahan ekonomi. Masyarakat yang menginginkan calon pemimpin bebas dari korupsi. Dari survei terseut, Pak Nyalla lebih banyak diinginkan masyarakat untuk memimpin Jawa Timur. Kalau ada perbedaan (hasil survei LKPI dengan lembaga survei lainnya), mungkin ada perbedaan pada indikatornya. Yang pasti di lapangan, kami mendapatkan data seperti itu," tuturnya.

LKPI menggelar survei sejak 25 Agustus hingga 5 September 2017, dengan sampel 1. 769 responden yang tersebar di seluruh 38 kabupaten serta kota di Jawa Timur. Survei itu menggunakan metode multistage random sampling. Responden diwawancarai secara tatap muka. Toleransi kesalahan survei ini sekitar 2,3 persen serta tingkat kepercayaan 95 persen.

Dari survei yang dilakukannya, Pilgub Jatim 2018 diprediksi ada empat pasangan calon gubernur-calon wakil gubernur yang akan bertarung. Empat kadindat gubernur itu yaitu La Nyalla M Mattalitti, Saifullah Yusuf, Khofifah Indar Parawansa serta Tri Rismaharini.

"Jadi keliru, kalau dibilang Pilgub Jatim ini hanya diwarnai dua sosok, Gus Ipul serta Khofifah saja. Realitas politik di lapangan, menunjukkan kondisi yang berbeda. Karena nama La Nyalla serta Risma terus menguat. Saya mengamati, intensitas Pak Nyalla turun ke lapangan yang tinggi, membuat tingkat pengenalannya kepada masyarakat terus melejit," terangnya.

Selain keempat tokoh itu, juga ada nama-nama bacagub lainnya yang masuk jaringan survei LKPI yaitu, Abdullah Azwar Anas (Bupati Banyuwangi), Budi 'Kanang' Sulistyono (Bupati Ngawi), Nurwiyatno (Kepala Inspektorat Provinsi Jatim) serta Nurhayati Ali Aseggaf (anggota DPR Ri dari Demokrat).

Untuk survei tingkat popularitas, Khofifah menempati urutan pertama dengan perolehan 78,3 persen. La Nyalla 78,1 persen. Risma 77,6 persen. Gus Ipul 77,4 persen. Nama lainnya seperti Anas 63,7 persen. Budi Kanang 61,3 persen. Nurwiyatno 58,2 persen serta Nurhayati 46,3 persen.

Sedangkan tingkat akseptabilitas (penerimaan masyarakat terhadap tokoh yang dianggap pantas memimpin Jatim), La Nyalla 79,8 persen. Risma 78,4 persen. Khofifah 77,8 persen serta Gus Ipul 76,3 persen.