BREAKINGNEWS.CO.ID - Presiden Prancis, Emmanuel Macron bersama Presiden Rusia, Vladimir Putin, sudah membahas situasi yang semakin memburuk di Suriah. Dilansir dari AFP, Minggu (17/2/2019), Macron menyampaikan kepada Putin bahwa Prancis akan fokus untuk melanjutkan perang melawan sisa-sisa kelompok negara Islam. Macron pun menuturkan akan melindungi warga sipil dan menyediakan akses lengkap untuk penduduk sipil.

"Suriah menimbulkan risiko serius bagi keamanan regional dan internasional," ungkap pernyataan yang berasal dari kantor Macron, Sabtu (16/2) waktu setempat. 

Prioritas lain untuk Paris adalah pencarian solusi politik yang dinegosiasikan di Suriah dengan pengawasan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). Prioritas ini harus mencakup reformasi konstitusi bersama dengan pemilihan umum yang bebas dan adil. Aliansi Arab-Kurdi sudah mempelopori gerakan melawan kelompok Negara Islam di Suriah Timur dengan mendapatkan dukungan dari dan pasukan internasional pimpinan Amerika Serikat (AS). Pasukan ini siap untuk mengendalikan bagian terakhir dari tanah yang dipegang oleh jihadis.

Jihadis telah mendeklarasikan kekhalifahan di sebagian besar wilayah Suriah dan Irak yang berdekatan pada 2014 lalu. Akan tetapi, sejak deklarasi itu mereka sudah kehilangan semuanya selain bagian kecil di Suriah timur dekat perbatasan dengan Irak. Delapan tahun dalam perang yang sudah menewaskan lebih dari 360.000 orang, pemerintahan Presiden Suriah, Bashar al-Assad mengendalikan hampir dua pertiga negara Suriah.