BREAKINGNEWS.CO.ID - Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI DKI Jakarta, segera melakukan rapat guna membahas tragedi yang terjadi di kalangan suporter. Sabtu (5/8/2018), bentrokan suporter dan warga pecah di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur. Bentrokan mengakibatkan satu korban tewas dari pihak suporter.

Kronologis yang disampaikan Kapolres Jakarta Timur yaitu ketika para NJ Mania, sebutan untuk kelompok suporter Persitara, tengah melakukan perjalanan menuju Lapangan Sepakbola Brigif untuk menyaksikan pertandingan. Namun, di tengah perjalanan mereka tiba-tiba menjarah dagangan milik warga. Alhasil, warga balik menyerang sehingga terjadinya bentrokan yang mengakibatkan tewasnya suporter NJ Mania. Persitara Jakarta Utara sendiri kini menghuni Liga 3 Provinsi bersama 20 klub lainnya.

Imbas kejadian tersebut, Asprov PSSI DKI Jakarta melalui Ketua umumnya, Uden Kusuma Wijaya mengatakan akan bertindak tegas.“Merujuk ke surat keputusan dari komisi disiplin sebelumnya, bahwasanya Klub memiliki kewajiban untuk sebaik mungkin memastikan setiap tindakan dan tingkah laku pemain , pelatih , oficial dan penonton atau kelompok pendukungnya” ujar Uden kepada dalam siaran persnya.

“Kami dengan Komdis akan segera melakukan rapat terkait pemberian hukuman bagi Persitara dan sudah pasti hukuman ini harus memberikan efek jera buat Persitara serta memastikan hal seperti ini tidak terulang lagi kedepannya” tambah Uden.

Hal senada juga disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Asprov PSSI DKI Jakarta, Aldi Karmawan yang mengatakan bahwa klub sudah sepatutnya harus bertanggung jawab atas tindakan suporternya. “Klub harus bertanggung jawab atas diri pemain, pelatih dan supporternya,” kata Aldi Karmawan.

Tawuran di Koja

Sebelumnya, pada 21 Juli 2017 tawuran yang melibat antarsuporter Persitara ini juga terjadi di kawasan Koja, Jakarta Utara. Tawuran dari kelompok NJ Mania tak memakan korban jiwa karena dapat segera dibubarkan polisi.

Menurut Kapolsek Koja kala itu, Komisaris Supriyanto, tawuran terjadi usai bubaran menonton sepak bola. Peristiwa itu terjadi di Jalan Menteng, tak jauh dari Markas Polsek Koja, pukul 18.50 WIB. Supriyanto menduga kasus itu akibat adanya kesalahpahaman, termasuk saling ejek. Tak ada kerusakan dan korban dari peristiwa ini.