JAKARTA-Pemerintah Provinsi Jakarta telah menjalankan program one karcis one trip (OK Otrip) dengan empat rute perjalanan dan masih dalam tahap uji coba selama tiga bulan. Rupanya, ada Standar Pelayanan Minimal (SPM) untuk sopir angkot yang bergabung dengan OK Otrip. Salah satu  diantaranya tidak dibolehkan berambut panjang atau gondrong. Jika saat di lapangan ditemui ada sopir yang berambut gondrong maka akan diberikan sanksi.

"Kalau gondrong itu masalah kedisiplinan itu sekitar Rp15.000 sanksinya. Artinya kalau kita arahkan pada pengemidi semuanya tetap menjaga kedisiplinan, kerapihan begitu juga kendaraan dijaga, begitu juga surat kendaraan harus lengkap," ucap Ketua Koperasi Budi Luhur, Saut Hutabarat saat dihubungi, Jakarta, Selasa (20/2/2018).

Selain rambut, sopir juga diharuskan wangi. Artinya badan para sopir tidak bau ketek, hal itu menghindari ketidaknyamanan para penumpang ketika naik angkot karena biasanya bau ketek bisa menimbulkan sakit kepala. "Itu (bau ketek) Rp15.000. Saya sih setuju ya, soalnya kayak kemarin, ya memang bau, pusing juga kepala kita," ujar Saut.

Selain penampilan, sopir angkot juga akan dikenakan sanksi sebesar Rp 1juta jika mengalami kecelakaan hingga menimbulkan korban jiwa. "Paling besar itu kalau kecelakaan pengemudi menimbulkan korban jiwa itu Rp 1 juta. Paling rendah itu kisaran Rp15.000 kalau kelengkapan identitas, apakah seragam nama pengemudi enggak dibawa itu Rp15.000," pungkasnya.