BREAKINGNEWS.CO.ID - Nendia Primarasa, penyedia jasa Catering & Wedding ternama di Ibu Kota, memiliki tag line "Tradisi Membahagiakan". Hal itu yang selalu mereka kedepankan kepada calon client sebagai cara untuk bukan hanya sekadar bertransaksi atau mendapatkan keuntungan. Tetapi, berperan menumbuhkan rasa kenyamanan dan kekeluargaan dengan client. Pada Gebyar Pernikahan Indonesia ke-10, di Balai Kartini, Jakarta, 8-10 Februari 2019, Nendia Primarasa menjadi salah satu yang diincar oleh calon pengantin.

Hidangan menu-menu andalan seperti Sobet (Sote Betawi), Longcom (Lontong Capgomeh), Debal (Dendeng Balado), siap memanjakan lidah bagi para pengunjung sembari berkonsultasi, dan bernegosiasi. Marketing yang ramah dan berkompeten menjadi nilai tambah bagi calon pengantin dan keluarga untuk membantu mewujudkan pernikahan idaman.

Senyum calon pengantin menjadi sebuah kebahagian untuk Nendia Primarasa

Direktur Utama CV Nendia Primarasa, H. Heru Pujihartono mengatakan, Nendia Primarasa mengawali Gebyar Pernikahan Indonesia ke-10  dengan semangat. Untuk lokasi booth, Heru mengatakan, calon pengantin yang datang bisa langsung menuju booth nomor A20. "Kami menyediakan luas booth 4 x 10 meter dengan sentuhan yang beda dari biasanya. Nuansanya lebih memberikan rasa nyaman untuk tamu yang datang dan memberikan rasa welcome kepada mereka," kata Heru kepada Breakingnews.co.id, Sabtu (9/2/2019).

Sementara itu, Public Relations Nendia Primarasa, MC Arief Pendi (Pejuang Nendia) mengatakan, selama dua hari pameran, telah terjadi banyak kesepakatan. Menariknya, calon pengantin yang menggunakan jasa Nendia Primarasa membooking untuk 1-2 tahun ke depan. "Trend pernikahan pada 2019 itu calon pengantin memang maunya nikah di gedung. Pada dua hari pameran ini bermacam-macam kebutuhan mereka. Ada yang datang hari untuk pernikahan bulan depan, dua bulan ke depan, satu tahun ke depan, maupun dua tahun ke depan sudah ada yang deal dengan Nendia Primarasa," ucap Arief.

Suasana booth Nendia Primarasa di GPI ke-10

Nendia Primarasa telah berdiri 15 tahun lamanya. Sudah ribuan penganten baik dari masyarakat biasa, hingga kalangan selebritas yang mereka layani. Pada pameran Gebyar Pernikahan Indonesia, Nendia Primarasa juga telah menorehkan prestasi sebagai peserta pameran. Prestasi itu didapatkan pada GPI edisi sebelumnya (ke-9), Nobvember 2018. Ketika itu, Nendia Primarasa menyabet predikat Penjualan Tertinggi.

Pada kesempatan kali ini, Arief mengungkapkan, tidak muluk-muluk. Sebab, penjualan tertinggi merupakan sebuah hasil. Hal tersebut akan menjadi maksimal apabila usaha yang dilakukan pun maksimal. "Penjualan Tertinggi, merupakan bonus untuk kami karena bekerja dengan hati, bekerja sepenuh hati, bekerja ikhlas. Hasilnya pun Insya Allah yang terbaik. Tidak muluk-muluk, bukan berarti kami tidak mengharapkan. Paling tidak kinerja kami, kerja sama kami, bisa memberikan sesuatu yang terbaik untuk kebanggaan Nendia Primarasa dan kebahagiaan calon pengantin dan keluarga," beber Arief.

Sediakan Bonus Menarik

Lebih lanjut, Arief mengungkapkan, pada hari ketiga GPI ke-10, Nendia Primarasa memberikan sejumlah bonus menarik untuk calon pengantin yang sudah deal. Tujuannya, kata Arief, bonus tersebut sebagai partisipasi Nendia Primarasa andil dalam momen kebahagiaan calon perngantin.

Nendia Primarasa memiliki tag line Tradisi Membahagiakan

"Kalau calon client deal hari ini dan besok pastinya untuk menambahkan kebahagian mereka kami berikan bonus. Caranya, kami menyediakan fortune wheel sebagai salah satu penghargaan kami kepada calon pengantin. Jika mereka beruntung, berkesempatan mendapatkan cash back Rp1-2 juta, gratis datu kambing guling, dan lainnya," ucapnya.

"Harapan kami, besok agar semua berjalan lancar sesuai yang kami harapkan dan apa yang kami berikan dapat diterima oleh calon pengantin maupun calon pengunjung," pungkasnya.