BREAKINGNEWS.CO.ID-Jauh lebih banyak jumlah suporter Inggris dibanding Belgia saat kedua tim berlaga di partai penentuan juara atau runner-up Grup G, Jumat (29/6/2018) dini hari WIB di Stadion Kaliningrad. Jumlah pendukung fanatik The Three Lions bahkan disebut-sebut hampir dua kali lipat fans sejati Belgia di stadion berkapasitas lebih dari 33.000 penonton tersebut. Keberadaan sekitar 6000 fans fanatik Inggris di Rusia tentunya untuk melihat bagaimana tim kesayangan mereka mencapai babak akhir dari turnamen sepak bola terbesar sejagat ini, diawali dengan keberhasilan melewati fase knock-out menghadapi Kolombia nanti.

Ribuan pendukung Inggris di Kaliningrad Stadium memang tidak terpuaskan dari penampilan timnya, yang harus menyerah 0-1 pada Belgia melalui gol tunggal mantan pemain sayap Manchester United Adnan Januzaj di menit ke-51. Namun, walau mereka merasa kecewa, mereka tidak melampiaskannya dengan berperilaku tidak terpuji. Tentu karena kekalahan tersebut tidak lantas menghentikan laju Inggris ke pertandingan selanjutnya. Mereka harus tetap berperilaku positif, guna menyalurkan energinya untuk memberikan dukungan habis-habisan pada penampilan timnya di laga yang lebih menentukan, termasuk menghadapi Kolombia.

Fans Inggris sebenarnya berharap manajer tim Gareth Southgate tetap menurunkan lebih banyak pemain intinya saat menghadapi Belgia, walau Southgate sudah mengisyaratkan akan menurunkan starting-XI yang jauh berbeda dibanding sebelumnya. Nama Harry Kane termasuk yang dielu-elukan sepanjang pertandingan, berharap mesin gol dari Tottenham Hotspur tersebut dimainkan. Namun, Souhtgate tidak bergeming. Kane memang sempat melakukan pemanasan, akan tetapi dia tetap tidak diturunkan. 

Kane sendiri disebut-sebut meminta untuk dimainkan, guna kemungkinan menambah perolehan golnya dalam perburuan Sepatu Emas. Dengan koleksi lima golnya sejauh ini, Kane menjadi kandidat utama dalam persaingan Golden Boot bersama Cristiano Ronaldo dan Romelu Lukaku yang sama-sama mencetak empat gol. Kane tentunya harus lebih berjuang keras untuk menambah perolehan golnya mengingat lawan yang dihadapi di babak 16 besar, yakni Kolombia, berpotensi semakin berbahaya. James Rodriguez memang mengalami cedera dan tak dimainkan saat mereka mengalahkan Senegal 1-0, akan tetapi Kolombia memiliki banyak pemain yang juga sama hebatnya, termasuk Radamel Falcao dan bintang muda Barcelona, Yeri Mina, yang mencetak satu gol kemenangan ke gawang Senegal.

Laga Inggris vs Kolombia akan dilangsungkan di Spartak pada Rabu (4/7/2018) dini hari WIB, sementara Belgia ditemui Jepang pada Selasa (3/7) dini hari di Rostov Arena. Jika berhasil mengalahkan Kolombia, The Three Lions akan menghadapi Swiss atau Swedia di babak perempat-final. Gareth Southgate menyebut bahwa pertandingan timnya dengan Kolombia di fase gugur adalah pertandingan terbesar Inggris abad ini. Dia mengaku tidak suka dengan kekalahan yang dialami timnya dari Belgia, akan tetapi Southgate meminta jiwa besar dari para pendukungnya karena bagaimanapun ia menghadapi pilihan-pilihan yang sulit dan salah satu harus diambil.

 

Laga Inggris vs Belgia adalah salah satu duel klasik dalam sepak bola dunia. Inggris dalam sejarahnya lebih banyak mencatat kemenangan dari pertemuan mereka. Di sisi lain, banyak bintang dari kedua tim yang bermain bersama dan melawan satu sama lain di Liga Premier. Terlihat unik manakala mereka saling menyapa dan terkesan kalau satu sama lain lama tidak bertemu selama bertahun-tahun. Sebagian besar bintang Belgia seperti Eden Hazard, Kevin de Bruyne, Romelu Lukaku, dan Thibaut Courtois sama-sama merumput di EPL.

Tak heran jika sejak awal laga Inggris vs Belgia disebut juga sebagai arena perang para bintang dari EPL, kendati sebagian berada di dalam satu klub. Manchester United contohnya, yang memiliki total enam pemain di timnas Belgia dan timnas Inggris.  Keenam pemain tersebut terbagi menjadi Romelu Lukaku dan Marouane Fellaini di timnas Belgia serta Jesse Lingard, Ashley Young, Marcus Rashford, dan Phil Jones yang tergabung di timnas Inggris. Manajemen Manchester United sampai merasa perlu 'memperingatkan' para pemainnya agar mereka tidak bersikap terlalu keras satu sama lain. 


Duo Manchester United, Romelu Lukaku dan Marcus Rashford, menikmati pelukan hangat sebelum babak kedua. Sementara itu, Danny Rose dari timnas Inggris, dipeluk oleh dua rekannya di Tottenham Hotspur, Toby Alderweireld dan Jan Vertonghen.

Di kubu Inggris, Kieran Trippier adalah pilihan pertama untuk sayap kanan dari Gareth Southgate. Namun, pada laga ini TrentAlexander-Arnold dinilai lebih tampil ekplosif untuk berulangkali membahayakan pertahanan Belgia. Pemain berusia 19 tahun itu memiliki ketenangan luar biasa, seakan-akan dia sudah memiliki jam terbang tinggi. Dia baru membuat debutnya di timnas Inggris U-21 pada September lalu, sehingga promosinya ke timnas Piala Dunia ini benar-benar spektakuler. Ini adalah debutnya di panggung Piala Dunia, dan dia melakukannya dengan amat baik, berulangkali melakukan serbuan ke kanan dan melintas ke dalam kotak penalti. 

Dari kubu Belgia, sensasi yang dibuat mantan pemain sayap Manchester United Adnan Januzaj melalui tendangannya yang melengkung dan menjebol gawang Jordan Pickford, sepertinya menjadi 'tamparan' untuk Louis van Gaal. Adnan Januzaj mampu membuktikan bahwa Louis van Gaal salah besar dengan mengabaikannya sewaktu dia masih bergabung dengan The Red Devils. Demikian juga dengan Jose Mourinho, sebagai pengganti van Gaal, yang membiarkannya hengkang dari MU dan berlabuh di Real Sociedad di La Liga.

Pada usianya yang baru 23 tahun sekarang ini Adnan Januzaj tetap memiliki bakat luar biasa, seperti yang ditunjukannya dengan tampil prima dan mencetak gol tunggal kemenangan Belgia atas Inggris.