BREAKINGNEWS.CO.ID - Subdit III Ditresnarkoba Polda Metro Jaya dipimpim Kompol Awaludin Amin menangkap dua orang bandar sabu di lobi Tower B Apartemen Green Bay Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu (12/1/2020) siang. Dari tangan keduanya, SP dan SPT, petugas menyita 2.024 gram atau 2 Kg lebih sabu siap edar.

Dari penangkapan ini, penyidik kemudian melakukan pengembangan untuk mengungkap pemasok sabu ke mereka. Namun, saat pengembangan di wilayah Cawang pada Selasa (14/1/2020), salah seorang tersangka yakni SP berupaya kabur dan melawan petugas. Hingga akhirnya dilakukan tindakan tegas dan terukur dengan menembak pelaku.

Dalam perjalanan menuju RS Polri, Kramat Jati, SP akhirnya menghembuskan napas terakhir.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus didampingi Kasubdit III Kompol Awaludin Amin, mengatakan, pengungkapan ini berawal dari laporan masyarakat yang menyatakan sering terjadi transaksi narkoba jenis sabu, di lobi Tower B Apartemen Green Bay Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara.

"Dari laporan itu, tim melakukan penyelidikan, hingga akhirnya berhasil membekuk dua pelaku pada Minggu 12 Januari 2020 lalu," kata Yusri.

Dari tangan mereka,  berhasil disita sabu dalam dua kantong plastik besar. Sabu itu disimpan dalam tas.

"Total sabu yang diamankan sekitar 2 Kg lebih atau sebanyak 2.024 gram," kata Yusri.

Menurut Yusri dari hasil interogasi kepada SP diketahui bahwa SP adalah residivis kasus narkoba, juga jenis sabu.

"Ia baru bebas Desember 2018, juga karena kasus narkoba jenis sabu. Setelah itu, ia kembali menjadi bandar sabu," kata Yusri.

Yusri menjelaskan dari hasil pendalaman atas keduanya diketahui akan ada seseorang yang berencana mengambil sebagian narkotika sabu milik mereka.

"Selanjutnya sisa dari barang bukti tersebut, menurut mereka, akan disimpan di sebuah rumah di daerah Cawang Jakarta Timur yang nantinya akan dijadikan gudang narkoba," kata Yusri.

Dari keterangan mereka pula kata Yusri, pemasok sabu ke mereka yang biasa disapa Bos, mengajak bertemu di Cawang.

"Awalnya kata mereka, keduanya akan bertemu Bos ini di Cawang, pada Senin 13 Januari 2020. Kami lalu lakukan pengembangan bersaa dua pelaku ke Cawang. Namun ditunggu-tunggu, Bos ini tak juga muncul," kata Yusri.

Hingga akhirnya kata Yusri, pada Selasa (14/1/2020) dinihari sekitar pukul 02.00 WIB, mereka kembali janjian bertemu Bos ini di wilayah Cawang.

"Saat itu, SP ini juga berjanji akan menunjukkan rumah atau gudang narkoba di daerah Cawang, Jakarta Timur. SP, mengajukan
permintaan ke petugas agar jangan diborgol. Alasannya supaya tidak ada orang yang curiga, karena dihawatirkan bila ada orang kepercayaan Bos yang melihat mereka diborgol maka narkoba tidak jadi dikirim ke gudang
tersebut," kata Yusri.

Petugas pun menuruti kemauan SP yang dianggap kooperatif. "Namun ketika tersangka SP turun dari mobil, tiba-tiba tersangka melakukan perlawanan terhadap petugas yang mengawal. SP kemudian mencoba kabur," kata Yusri.

Sehingga katanya, dilakukan tembakan peringatan sebanyak 2 kali ke udara oleh petugas. "Tetapi tersangka SP, tetap berupaya kabur. Sehingga dilakukan tindakan tegas dan terukur terhadap SP, dengan ditembak," kata Yusri.

Menurutnya, SP berhasil dilumpuhkan dengan timah panas. "Dengan kondisi terluka SP kita larikan ke RS Polri, Kramat Jati. Namun dalam perjalanan ia meninggal dunia karena kehabisan darah," kata Yusri.

Kasubdit III Subdit Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Kompol Awaludin Amin kepada Breakingnews.co.id menambahkan, SP pernah mendekam di Lapas Narkotika selama 4 tahun. "Ia lalu bebas Desember 2018, dan kembali bermain sabu," kata Awaludin.

Menurut Awaludin pihaknya masih melakukan pengembangan untuk mengungkap pemasok sabu ke SP dan SPT ini. "Apakah ini sabu dari luar atau dibuat di dalam negeri, masih kami dalami tempat produksinya," kata Awaludin.

Ia memastikan bahwa SP dan SPT diduga kuat sudah tahunan mengedarkan sabu. Karena perbuatannya kata Awaludin, pelaku akan dijerat Pasal 114 ayat (2) subsider pasal 111 ayat (2) Undang-undang RI No. 35
tahun 2009 Tentang Narkotika.

"Dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara
paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun," katanya.