BREAKINGNEWS.CO.ID - Institut Teknologi Harapan Bangsa (ITHB) Bandung lolos ke semifinal setelah menundukkan Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga  dengan skor 98-87 di di Gelanggang Remaja Jakarta Timur pada Sabtu (10/8/2019 ). Pad, pertandingan terakhir fase grup Pul Depan LIMA Basketball Nationals Season 7 itu,   ITHB menang salah satunya berkat strategi merotasi ke-11 pemain yang mereka miliki.

Dengan hasil ini, ITHB menjadi juara Pul Depan dan lolos ke semifinal yang akan digelar pada  Minggu (11/8).

UKSW sempat unggul lebih dulu di lima menit pertama dengan skor 9-8. Namun, wakil asal  Bandung itu berhasil mengejar dan mengakhiri kuarter pertama dengan 21-18. Kedua tim terus menambah poin hingga laga berakhir. Kemenangan berada di tangan tim Bandung.

Rotasi pemain yang diterapkan pelatih membuat  durasi tampil sejumlah langganan starter jadi berubah. Pemain, yang biasanya diturunkan tak lebih dari 20 menit, seperti Raven Pradicta Hidayat dan Fatur Dzikri Shihab, di laga terakhir ini memiliki waktu bermain lebih dari 20 menit. Student-athlete ITHB yang selalu bermain dengan durasi yang lama di lapangan adalah Teemo. Dari tiga pertandingan, waktu tercepatnya bermain 21 menit, dan terlama 26 menit. Di pertandingan ini, ia juga menyumbang angka cukup banyak, yaitu 22 poin. Namun, sumbangan poin terbanyak laga ini dihasilkan oleh Yudha Saputera dengan 26 poin.

Meski kemenangan digenggam ITHB, tim dari Salatiga tersebut sudah berjuang dengan keras mengingat LIMA Basketball Nationals Season 7 ini merupakan kiprah balik mereka,  setelah vakum  selama satu musim, tepatnya final National  musim kedua.

“Kami tinggal menunggu gim semifinal. Para pemain harus siap untuk menunjukkan performa terbaiknya. Sebenarnya, saya belum merasa puas, karena penampilan mereka selalu naik turun. Saya berharap mereka meningkat di pertandingan selanjutnya. Kami akan memulihkan tenaga lebih dulu sambil melihat permainan lawan untuk persiapan ke semifinal nanti,” ujar Ricky Gunawan, pelatih ITHB.

Sementara itu, pelatih UKSW, Efri Meldi mengatakan, “Saya tidak ingin membebani para pemain dengan target poin. Namun, mereka sudah berusaha keras hingga akhir. Ini pengalaman pertama, karena mereka merupakan mahasiswa tahun pertama. Saya sudah bangga dengan penampilan mereka dari awal sampai akhir. Target kami bisa menunjukkan kemampuan yang lebih baik lagi tahun depan.”