BREAKINGNEWS.CO.ID – Mantan pembalap MotoGP, Casey Stoner angkat bicara mengenai peluang Valentino Rossi untuk merebut titel juara dunia kesepuluhnya musim ini. Menurut Pria yang saat ini menjabat sebagai test ride Ducati Team tersebut, peluang tersebut sangat kecil bagi The Doctor, mengingat tunggangannya YZR-M1 tak menungkinkan untuk membantunya bersaing untuk podium kemenangan.

Rossi saat ini berada di peringkat kedua pada papan klasemen MotoGP saat ini. Pembalap Movistar Yamaha ini telah mengoleksi total 99 poin dari delapan seri yang telah dilalui pada musim ini. Ia tertinggal 41 poin dari Marc Mrquez yang kokoh di puncak dengan 140 poin. Torehan poin Rossi tersebut, terbantu dari empat podium posisi ketiga yang berhasil diraihnya.

Dalam artinya Rossi belum pernah satu kalipun menampaki kakinya di podium tertinggi. Tercatat, kemenangan terakhir Rossi didapat pada MotoGP Belanda 2017, lebih dari setahun yang lalu. Karenanya, meski masih duduk di urutan kedua, jarak yang terbentang antara dirinya dan pembalap Repsol Honda, Marc Marquez begitu jauh.

Stoner pun melihat kalau Rossi sebenarnya memiliki kecepatan yang cukup baik dalam bertarung dengan para rivalnya di barisan depan. Namun kecepatan tersebut tak lain merupakaan usaha dan kerja kerasnya untuk terus menaikan potensi M1 yang menurut Stoner tak mampu untuk bertarung dengan Desmosedici milik Ducati ataupun RC213V milik Honda.

"Ada banyak pembalap kuat. Rossi dan Maverick Vinales menempel Marquez meski belum pernah menang sekalipun. Saat ini, jika boleh jujur, Valentino tak memiliki kecepatan untuk bisa memenangkan kejuaraan meski ia tetap jadi pembalap papan atas, selalu di posisi teratas, dan siap untuk podium," ujar Stoner, dikutip GPOne.

"Ia seperti saya. Jika motor tak bergantung pada elektronik, jika kecepatan hanya ditentukan pergelangan tangan pembalap yang tepat, Rossi akan tetap jadi nomor satu di lintasan," kata Stoner. "Hanya satu pemasok ban dan elektronik yang sama untuk semua pembalap telah meratakan persaingan, menghasilkan balapan spektakuler seperti di Assen. Meski begitu, pembalap tercepat yang masih membuat perbedaan adalah Marquez," ia menambahkan.