JAKARTA - Serangan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis dikatakan Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg, untuk memberikan peringatan kepada Suriah, Rusia dan Iran, agar tidak lagi menghalangi proses penyelidikan tehadap dugaan serangan senjata kimia.

"Operasi ini bertujuan untuk mengurangi kemampuan Damaskus untuk menggunakan senjata kimia, investigasi senjata kimia oleh PBB terhalang oleh Rusia. Ini adalah sinyal yang jelas bagi rezim Bashar al-Assad, Rusia dan Iran," ucap Stoltenberg, seperti dilansir Sputnik pada Senin (16/4/2018).

Stoltenberg kemudian menuturkan, mereka memiliki perbedaaan pandangan di seluruh hampir bidang, NATO tidak pernah menutup pintu untuk melakukan dialog mengenai apapun, termasuk mengenai perbaikan hubungan kedua pihak atau mengenai Suriah. 

Sebelumnya, Stoltenberg menuturkan, NATO percaya kalau aksi militer yang dilakukan Prancis, Inggris, serta AS di Suriah tidak akan mengancam penyelesaian politik di negara Timur Tengah itu. Dirinya menambahkan bahwa semua negara anggota NATO mendukung penuh serangan yang dilancarkan oleh ketiga negara itu terhadap fasilitas militer Suriah.

"Negara anggota NATO menyatakan dukungan penuh untuk tindakan yang dimaksudkan untuk menghancurkan senjata kimia rezim Suriah dan mencegah serangan senjata kimia lebih lanjut terhadap rakyat Suriah," kata Stoltenberg.