BREAKINGNEWS.CO.ID – Presiden Joko Widodo mendapat aplaus  dan standing ovation sangat panjang usai berpidato dalam Opening Plenary  Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia di   Bali Nusa Dua Convention Center Bali, Jumat (12/10/2018) pagi. Penghormatan sangat jarang tersebut diberikan kepada Jokowi karena menyampaikan fakta dan konflik global yang sedang terjadi secara Bahasa kekinian dan tidak menyebut nama atau negara, sehingga tak menimbulkan  ketidaknyamanan.

“Baru ini pidato Opening Spech mendapat Standing Ovation demikian lama. Penyampaiannya sangat inspiratif, arif dari seorang pimpinan dunia seperti Pak Jokowi,”tulis mantan Deputy Gubernur BI, Miranda S Goeltom dalam laman Facebook miliknya.

“Aku sudah menghadiri lebih dari 15 pertemuan sejak tahun 1990. Aku  salut, pak JKW selalu berusaha datang ide dan pidato yang tidak biasa, Out of the box,””lanjut Miranda

Menurutnya Miranda, metafora yang digunakan sangat kreatif, dengan menggunakan dan tokoh yang membumi sekaligus millennial, Kalau sebelumnya Jokowi menggunakan idom Thanos, maka kali ini yang dipakai adalah idiom the Last Games of Throne

Dalam pidatonya, Jokowi  menyerukan dunia untuk berkolaborasi ketimbang berkompetisi dan saling menjatuhkan yg akan mengakibatkan krisis ekonomi global yg lebih buruk dibanding 2008. "Winter is coming," kata Jokowi di depan 2000 tamu undangan, termasuk direktur IMF Christine Lagarde.

Pujian Langsung pun diberikan oleh IMF dan Bank Dunia usai pidato tersebut. "Saya harus akui ketika mendengar sambutan Presiden Joko Widodo, saya berpikir sebaiknya kita pulang, karena tidak bisa memberikan pidato yang baik seperti Joko Widodo," kata Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim dengan nada bercanda .

Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde juga mengapresiasi persentasi Presiden Joko Widodo atas pesannya tentang kondisi perekonomian dunia. "Saya juga berterima kasih kepada Presiden telah menyampaikan pidato yang sangat baik, kami begitu kurang berhasil untuk meyampaikan yang sama," ujar Lagarde sambil sedikit tertawa.

Secara khusus, Lagarde juga berterima kasih kepada Ketua Panitia Penyelenggara IMF-WB Luhut Panjaitan, Menkeu Sri Mulyani, dan Gubernur BI Perry Warjiyo atas "penyelenggaran yang baik dan keramahan yang luar biasa".