JAKARTA - Gugus Tugas Rekayasa Internet telah menyetujui Transport Layer Security 1.3, standar baru yang membuat beberapa perbaikan mendasar tentang bagaimana dan kapan enkripsi web dijalankan.

Seperti yang dilansir dari laman Engadget, Senin (26/3/2018), dengan maraknya kasus pencurian data serta kejahatan di dunia maya, internet memerlukan pembaruan terhadap sistem keamanan mereka dari serangan malware dan para peretas yang tidak bertanggung jawab. Kini, Internet Engineering Task Force telah menyetujui standar baru keamanan Transport Layer Security (TLS) 1.3. Standar keamanan baru ini menghadirkan berbagai perubahan fundamental yang menjadikan pengalaman berselancar pengguna lebih aman.

Disamping peningkatan dari segi keamanan, TLS 1.3 juga dirancang akan membuat kecepatan akses menjadi lebih cepat. Ini dimungkinkan berkat metode baru transfer data yang memungkinkan client dan server terhubung ke tujuan apabila mereka telah memenuhi persyaratan autentikasi yang ada.

Anda baru akan merasakan efek dari penerapan TLS 1.3 ini ketika sebuah situs mulai mengadopsi standar keamanan ini. Sayangnya, pembaruan ini terasa terlambat hadir. TLS 1.3 memakan waktu 4 tahun untuk dibuat dan telah banyak sekali hal yang berubah sejak awal pengembangannya.

Saat ini enkripsi pada web menjadi hampir wajib, privasi telah menjadi masalah yang jauh lebih besar dan konsekuensi dari kelemahan keamanan . Ini tentu tidak akan mengakhiri ancaman online, tetapi bisa menghentikan serangan yang memanfaatkan kekurangan dalam cara kerja internet.